Breaking News:

INNALILLAHI, Prof Dr Juhaya S Praja Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung Meninggal Dunia

Innalillahi wainna ilaihi rajiun, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Juhaya S Praja meninggal dunia

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Facebook/Asep Syamsudin
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Juhaya S Praja MA meninggal dunia di Bandung, Rabu(1/12/202). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Innalillahi wainna ilaihi rajiun, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Dr H Juhaya S Praja meninggal dunia di Bandung, Rabu (1/12/2021) sekitar pukul 14.15 WIB.

Prof Dr Juhaya S Praja dikenal sebagai Guru Besar Hukum Islam. Ia pun adalah Wakil Talqin Abah Anom Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Ponpes Suryalaya di Bandung.

Informasi tentang wafatnya guru besar UIN SGD itu disampaikan Agus Salim Mansur di laman Facebook.

"Prof. Dr. H. Juhaya S. Praja, MA., hari ini 01 Desember 2021 pada pukul 14.15 WIB dipanggil sang pencipta, Alloh SWT.

Beliau adalah guru besar Hukum Islam yang dipunyai UIN SGD Bandung. Beliau adalah guru besar maha cerdas sehingga ilmunya diakui para akademisi dalam dan luar negeri. Sulit mencari tandingan yang sepadan di kalangan akademisi PTKIN ataupun PTU.

Alumni Pesantren Gontor yang sangat pasih berbahasa Inggris dan Arab ini, melanglang buana menjadi pembicara di berbagai university di Amerika dan tentu saja di level nasional. Beliau penguji doktor hukum di berbagai perguruan tinggi Islam dan Umum di seantero nasional. Filsafat Hukum adalah bidang kajian keilmuannya.

Terkenang sekali ketika pergi ke Jombang ke Pesantren Tebu Ireng ke Gus Sholah, beliau tertinggal di Sragen. Ada kejadian mistis.

Pada jam 00.00 beliau mau ke Toilet, dan modil dibelokan ke rest area Sragen. Kurang lebih seperempat jam berikutnya "beliau dan istrinya" datang menuju mobil, dan saya memerintahkan supir untuk menggendong beliau masuk mobil karena beliau berjalannyapun tidak seimbang karena bekas struk.

Beliau masuk mobil dengan istrinya, mobil melaju menuju jombang. Beliau mengatakan kurang lebih: madiun, nganjuk, ngawi, jombang. Artinya.4 kota lagi. Saya menuju jombang dan karena saat itu sudah jam 04.20 saya berhenti dibpom bensin tambak beras untuk mandi dan sholat shubuh. Setelah sholat shubuh sekitar jam 05.00an saya ke supir nana, pak Juhaya mana? Supir mengatakan ada di.mobil. saya buka mobil tidak ada. Dicari2 gak ada, bu nysi Gus Sholah nelpon, saya bilang gak ada.

Saya khawatir jatuh ke sungai, kan depan pom bensin ada sungai, deras airnya. Pas jam 10.00 bu nyai nelpin pak Juhaya dan Istrinya dah di rumah. Saya kaget, apa yg terjadi? Saya langsubg ke Pesantren Tebu Ireng dan disambut kiyai Gus Sholah, Bu Nyai dan anaknya, Irfan. Saya ngobrol sama mereka, ternyata mereka dike Pesantren Tebu Irengkan oleh bis. Jadi yang dibawa saya itu jin dari Sragen sampai pim bensin itu. Ngeri sekalib4 jam bawa jin berpostur dan berupa Prof. Juhaya beserta Istrinya. Mengerikan.

Sekarang, beliau sudah berpulang keharibaannya; dan saya sebagai murid, sekaligus sebagai sahabat dekat mengucapkan: Innalillahi wainnailaihi rojiun. Allohummagfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu.
Semoga almarhum Juhaya khusnul khotimah dan Alloh jadikan beliau sebagai akhli syurga. Amin yaa robbal alamin.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved