Breaking News:

Ayah Menunduk Tak Sanggup Lihat Rekonstruksi Pembunuhan Anaknya: Tersangka Perlu Dihukum Mati

Seorang ayah di Bireuen menunduk dan tak sanggup melihat rekonstruksi pembunuhan anaknya di Mapolres Bireuen, Senin (29/11/2021). 

FOR SERAMBINEWS.COM
Saat rekonstruksi ulang berlangsung, Mukhtaruddin tidak mendekat ke lokasi, ia hanya duduk dan menutup wajah di teras Mapolres Bireuen, Senin (29/11/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM - Seorang ayah di Bireuen menunduk dan tak sanggup melihat rekonstruksi pembunuhan anaknya di Mapolres Bireuen, Senin (29/11/2021). 

Pria itu adalah Mukhtaruddin (52) ia tak mampu lagi menyaksikan rekonstruksi pembunuhan anaknya, Rahmad Mouli (17).

Ia meminta dua tersangka pelaku pembunuhan anaknya dihukum mati. 

Hal tersebut disampaikan Mukharuddin kepada Serambinews.com dan jaksa serta anggota Reskrim Polres Bireuen saat melihat rekonstruksi ulang pembunuhan terhadap anaknya.

Rahmad Mouli (17)  menjadi korban pembunuhan dua tersangka warga Langkat pada 28 Juli lalu dan mayatnya ditemukan Senin (6/9/2021). 

Saat rekonstruksi ulang berlangsung, Mukhtaruddin tidak mendekat ke lokasi, ia hanya duduk dan menutup wajah di teras Mapolres Bireuen, Senin (29/11/2021).
Saat rekonstruksi ulang berlangsung, Mukhtaruddin tidak mendekat ke lokasi, ia hanya duduk dan menutup wajah di teras Mapolres Bireuen, Senin (29/11/2021). (FOR SERAMBINEWS.COM)

Dalam rekonstruksi ulang, Mukhtaruddin dan sejumlah keluarga lainnya ikut hadir sejak pukul 08.00 WIB ke Mapolres Bireuen.

Sedangkan istrinya bernama Nilawati  tidak hadir karena tidak sanggup melihat wajah tersangka AR.

Mukhtaruddin menceritakan, pertemanan anaknya dengan tersangka utama sudah sangat akrab dan saling membantu.

Waktu itu, tersangka utama PPS sebagai buruh bangunan bekerja di salah satu  proyek pembangunan di kawasan Makmur dan berkenalan dengan anaknya. 

 
Mereka sering berdua pergi main dan tidak ada persoalan apa-apa.

Bahkan anaknya pernah memberikan kain sarung kepada tersangka saat akan menghadiri kenduri di kampung.

“Sepertinya sangat akrab dan tidak ada masalah sama sekali, tahunya sudah begini kejadiannya,” ujar Mukhtaruddin sambil menutup wajah karena sedih.
Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved