Breaking News:

Aturan Baru Keberangkatan Jemaah Umrah: Ada yang Wajib Karantina dan Tidak

Pemerintah Arab Saudi telah memberi izin untuk penerbangan langsung ke enam ke Arab Saudi untuk enam negara.

(Sky News)
Di tengah pandemi corona yang melanda dunia, pelaksanaan ibadah haji/umrah di Arab Saudi tetap berlangsung mengikuti protokol kesehatan. 

Laporan Reporter Kontan, Achmad Jatnika

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI mengungkapkan persiapan ibadah umrah bagi Warga Negara Indonesia (WNI) membuahkan hasil.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam rapat tersebut mengungkapkan dari kunjungan kerjanya ke Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi telah memberi izin untuk penerbangan langsung ke enam ke Arab Saudi untuk enam negara.

Yakni Indonesia, Pakistan, Vietnam, Brazil, Mesir dan India, terhitung mulai 1 Desember 2021.

“Hal ini menunjukkan bahwa suspend Arab Saudi kepada Indonesia telah dicabut, warga Indonesia telah diperbolehkan untuk masuk Arab Saudi, tanpa melalui negara ketiga,” katanya Selasa (30/11/2021).

Dengan suspend yang dicabut, menurutnya penyelenggaraan umrah akan dibuka dengan beberapa ketentuan.

Sejumlah calon jamaah umrah menunggu keberangkatan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/11/2020). Setelah tujuh bulan menangguhkan umrah, Kerajaan Arab Saudi resmi membuka umrah tahap pertama untuk Indonesia dengan kuota 278 jamaah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah calon jamaah umrah menunggu keberangkatan pesawat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (1/11/2020). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ketentuan pertama yakni, bagi jemaah umrah yang datang di luar dengan menggunakan visa umrah dan telah divakasinasi yang diakui oleh Kerajaan Arab Saudi dengan dosis lengkap, diperbolehkan untuk melaksanakan umrah dan tidak diberlakukan penerapan karantina.

Ketentuan kedua, bagi jemaah yang telah divaksin dengan dosis lengkap dengan vaksin yang diakui oleh WHO, diberlakukan karantina selama 3 hari, dan setelah 48 jam karantina akan dilakukan tes PCR, apabila dinyatakan negatif, maka diperbolehkan langsung melaksanakan umrah.

Menag Yaqut juga menjelaskan beberapa proses atau persiapan koordinasi dan penyiapan skema keberangkatan dengan melibatkan kementerian atau lembaga lain dan Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (dok. Kemenag)
 
 
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved