Breaking News:

UMK Kota/Kabupaten 2022 se-Jabar Akan Diumumkan Gubernur Ridwan Kamil Nanti Malam

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan mengumumkan soal pengupahan atau UMK untuk pekerja di wilayah Jawa Barat nanti malam.

Editor: Machmud Mubarok
Biro Adpim Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengumumkan soal pengupahan atau UMK untuk pekerja di wilayah Jawa Barat nanti malam. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNCIREBON.COM, BABAKANMADANG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan mengumumkan soal pengupahan atau UMK untuk pekerja di wilayah Jawa Barat nanti malam.

"Khusus pengupahan belum dapat saya umumkan, nanti akan diumumkan pada pukul 19.00 WIB," kata dia di babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (30/11/2021).

"Jadi saya belum bisa menjawab," tambahnya.

Baca juga: Buruh di Indramayu Merapat ke Gedung Sate Bandung, Ikut Gabung Unjuk Rasa UMK 2022

Baca juga: Buruh di Bandung Bakal Berunjuk Rasa Hari Ini, Minta Ridwan Kamil Segera Tetapkan UMK

Disisi lain, terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan UU Cipta Kerja yang inkonstitusional, pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengaku masih menunggu perbaikan.

Menurutnya, apabila sudah ada turunan aturan maka PP 36 pengupahan dapat terus dijalankan.

"Selama dua tahun ke depan, tidak boleh ada aturan turunan baru, sampai ada perbaikan, tapi kalau sudah ada turunan, seperti PP 36 pengupahan, itu tetap diberlakukan," tegasnya.

Di tempat berbeda, Ketua SPSI Jawa Barat, Roy Jinto mengaku kecewa atas ketidakhadiran dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk menemui massa buruh yang berunjuk rasa di Gedung Sate, Selasa (30/11/2021).

"Ya kami sangat kecewa sekali bahwa Gubernur tak bisa temui kami dan justru mengutus wakilnya. Kami hanya ingin Ridwan Kamil temui kami," katanya, di Gedung Sate. 
Berdasarkan informasi yang diterima, Ridwan Kamil sedang ada acara di Kabupaten Bogor tepatnya di wilayah Sentul untuk menanam pohon dan kopdar bersama bupati/walikota se-Jabar. 
Penetapan UMK 2022 ini menunggu tandatangan dari Ridwan Kamil yang telah mendapatkan rekomendasi UMK dari setiap kabupaten/kota se-Jabar. Ketua SPSI Jabar, Roy Jinto sempat menyebut ada sekitar 16-18 kota/kabupaten yang di atas PP 36, termasuk Kota Bandung 3,12 persen hingga Majalengka 18 persen. 
Hari kedua unjuk rasa di Gedung Sate ini aparat kepolisian mengerahkan sebanyak 800 personel dari Polrestabes Bandung dan jajaran Polda Jabar. 
"Kami telah pasang barier pembatas dengan kawat berduri sesuai standar guna menghalau massa aksi. Semoga unras hari ini bisa berjalan damai dan kondusif," katanya.
800 Polisi Jaga Gedung Sate
Sebanyak 800 persenol kepolisian Polrestabes Bandung bersama dari Polda Jabar dikerahkan untuk mengamankan jalannya unjuk rasa buruh di hari kedua terkait penetapan upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2022, Selasa (30/11/2021) di Gedung Sate. 
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung mengatakan keamanan unjuk rasa hari kedua ini jumlah personelnya lebih banyak dibandingkan hari kemarin.
"Kami bersama jajaran Polda Jabar kerahkan 800 personel sejak pagi tadi di Gedung Sate. Insya Allah bisa berjalan kondusif," ujarnya.
Dia juga mengaku pihaknya sudah lebih mengantisipasi untuk kegiatan unjuk rasa di hari kedua ini dengan memasang pembatas kawat berduri di depan pagar Gedung Sate.
"Kami telah pasang barier pembatas dengan kawat berduri sesuai standar guna menghalau massa aksi. Semoga unras hari ini bisa berjalan damai dan kondusif," katanya.
Sweeping Pabrik

Serikat buruh di Cianjur sweeping perusahaan, Selasa (30/11/2021) pagi ini untuk mengajak karyawan yang sedang bekerja berunjukrasa ke Gedung Sate Bandung.

Ribuan buruh yang sedang bekerja berhenti beraktivitas dan keluar pabrik. Sekitar lima ratus meter dari lokasi pabrik Pou Yuen Indonesia, serikat buruh sudah menunggu dengan mobil komando untuk bersama-sama menuju Bandung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved