Breaking News:

Kriminal

Tiga Pemuda Pengangguran di Bandung Ini Menghabisi Nyawa Anak SMA Cuma Gara-gara Kopi Tumpah

Kapolsek Bandung Wetan, Kompol Asep Saepudin mengatakan, ketiga remaja putus sekolah itu yakni VS (19), SP (22), dan IA (18).

Istimewa
Ilustrasi ampas kopi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sudah putus sekolah, 3 remaja di Kota Bandung ini bersiap hadapi kelamnya penjara selama 15 tahun karena merampas nyawa anak SMA.

Kapolsek Bandung Wetan, Kompol Asep Saepudin mengatakan, ketiga remaja putus sekolah itu yakni VS (19), SP (22), dan IA (18).

Mereka dijerat Pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan juncto Pasal 170 ayat 3 KUH Pidana tentang penganiayaan secara bersama-sama berakibat matinya seseorang.

Ancaman pidana hukuman penjara di Pasal 338 KUH Pidana maksimal 15 tahun.

Ketiga remaja ini nekat merampas nyawa anak SMA berinisial MI (16), lantaran masalah sepele di Jalan Aceh, Kota Bandung pada 10 Oktober 2021.

Kompol Asep Saepudin mengatakan, MI bersama kawannya TM (16) sedang nongkrong di Jalan Belitung, Kota Bandung. Kemudian, VS datang bermaksud meminjam jarum atau alat untuk membuka kartu ponselnya pada tiga pelaku.

"Oleh salah satu kelompok korban ini, disampaikan yang ada hanya tusuk sate saja," ujar Asep, saat gelar perkara di Polsek Bandung Wetan, Sabtu (27/11/2021).

Setelah itu, VS tak sengaja menumpahkan secangkir kopi milik kelompok IM dan TM. Akibat insiden itu, para pelaku dan korban bersitegang.

"Setelah bersitegang itu mereka bergerak membubarkan diri, namun setelah bubar mereka terjadi kejar-kejaran hingga perkelahian," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved