Breaking News:

Ternyata Ini Jurus Gubernur Jatim Turunkan Kasus Covid-19 Hingga Banyak Daerah Sudah PPKM Level 1

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ternyata memiliki jurus tersendiri untuk menurunkan angka kasus Covid-19 di wilayahnya.

Tribun Jabar
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa seusai memberikan pembekalan Dandim (Komandan Kodim) di Pusdikter, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (26/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ternyata memiliki jurus tersendiri untuk menurunkan angka kasus Covid-19 di wilayahnya.

Jurusnya yaitu dengan cara melibatkan empat pilar.

Menurutnya, sinergitas empat pilar seperti babinsa, bhabinkamtibmas, bidan desa, dan lurah/kepala desa tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi penurunan kasus Covid-19 di tingkat provinsi.

"Seringkali kami menyebut empat pilar di desa itu harus menyatu. Jadi betapa partnership di antara mereka, di lini terbawah itu harus terbangun, sampai kemudian di Provinsi Jawa Timur juga terbangun," ujarnya seusai memberikan pembekalan Dandim (Komandan Kodim) di Pusdikter, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (26/11/2021).

Berdasarkan Inmendagri terbaru, kata dia, Jawa Timur menjadi daerah dengan kabupaten/kota berstatus PPKM level 1 terbanyak dibandingkan dengan provinsi lain. Artinya, penyebaran kasus Covid-19 di Jawa Timur relatif terkendali.

Kendati demikian, pihaknya terus menekankan, forkopimda di Jawa Timur terus membangun sinergitas dalam mencegah ancaman gelombang ketiga kasus Covid-19

Untuk antisipasi hal tersebut, pihaknya membatasi mobilitas masyarakat terutama saat masa libur Natal dan Tahun Baru 2022.

"Kami tetap dalam waspada yang kuat, karena misalnya, selalu ada korelasi antara tingginya mobilitas penduduk dengan kemungkinan terjadinya konfirmasi kasus baru. Oleh karena itu, pada saat di mana kemungkinan akan terjadi mobilitas, masyarakat sudah harus diwanti-wanti," ucapnya.

Ia mengatakan, di sejumlah daerah yang berstatus PPKM level 1 pun penyekatan masih terus dilakukan.

Sehingga mobilitas masyarakat yang dapat mendorong penyebaran kasus Covid-19 bisa ditekan dan rapat koordinasi penanganan Covid-19 juga terus dilakukan.

"Yang level 1 pun semuanya tetap menyiapkan kesiapsiagaan. Misalnya, daerah-daerah tertentu itu ada penyekatan, meskipun level 1. Car free day belum dibuka, itu artinya bahwa kehati-hatian dan kewaspadaan ini terus kami jaga bersama," kata Khofifah.

Menurutnya, sinergitas atau partnership adalah suatu kebutuhan, sehingga Pemprov Jawa Timur terus membangun sinergitas dengan instansi vertikal dalam mengatasi berbagai masalah yang ada, termasuk dalam menanggulangi penyebaran kasus Covid-19

"Bukan karena Jawa Timur ini penduduknya besar, teritorinya besar, tetapi bahwa begitu banyak kompleksitas masalah yang memang tidak berdiri sendiri. Masing-masing saling berkelindan, sehingga perlu partnership di antara seluruh forkopimda yang ada," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved