Breaking News:

Kasus Valencya Marahi Suami Mabuk Catatkan Sejarah Karena Tuntutan Ulang, Ini Kata Ketua Posbakum

Valencya sebelumnya dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun, belakangan jaksa akhirnya menuntut ulang dengan hukuman bebas. 

TribunJabar.id/Cikwan Suwandi
Valencya, ibu dua anak di Karawang, yang dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan satu tahun penjara gara-gara memarahi suaminya yang pemabuk. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Praktisi Hukum yang juga ketua Pusat Bantuan Hukum (Posbakum) Ikadin Bale Bandung, Rizky Rizgantara angkat bicara terkait perkara Valencya, istri di Karawang yang memarahi suami mabuk. 

Valencya sebelumnya dituntut satu tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun, belakangan jaksa akhirnya menuntut ulang dengan hukuman bebas. 

Dikatakan Rizky, sejak awal ada kesalahan dalam penanganan kasus ini hingga Kejaksaan Agung mencetak sejarah baru dengan membuat menuntut ulang di persidangan. 

Baca juga: UMK Kota Bandung 2022 Naik, Mang Oded Bocorkan Besarannya, Tinggal Tunggu Diteken Ridwan Kamil

"Kalau saja kepekaan lahir sejak saat itu kan tidak terjadi hal seperti ini (pencabutan tuntutan)," ujar Rizky saat dihubungi, Jumat (26/11/2021). 

Kepekaan JPU, kata dia, seharusnya sudah ada sejak dilimpahkannya perkara itu dari Polda Jabar ke Kejari Karawang.

Saat persidangan pun, kata Rizky, jaksa seharusnya bisa melihat lebih utuh perkara ini. 

"Dalam pra penuntutan itu, jaksa dibekali kewenangan oleh undang-undang untuk menilai berkas perkara yang diserahkan dan diberikan penyidik itu, memenuhi unsur atau tidak. Apakah layak disidangkan atau tidak," katanya. 

Apalagi, kata dia, pasal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang didakwakan kepada Valencya masuk ke dalam ranah privasi. 

"Undang-undang KDRT sebetulnya ranah privat. Idealnya langkah restoratif justice dimaksimalkan mengingat jenis deliknya pun merupakan delik aduan," ucapnya. 

Baca juga: Kecelakaan Berujung Maut, Pengendara Motor Honda Beat Tewas Setelah Tabrakan dengan Mobil Pikap

Terkait tuntutan ulang, Rizky mengapresiasi langkah JPU Kejagung yang memberikan tuntutan ulang bebas kepada Valencya

"Pada prinsipnya kami mengapresiasi bahwa itu langkah tepat yang diambil oleh Kejagung yang menangkal sinyal nilai keadilan masyarakat, kearifan lokal dan mengedepankan hati nurani," katanya. 

Belajar dari kasus Valencya, kata dia, pihaknya selaku Ketua Posbakum terbuka kepada masyarakat untuk membantu memberikan pendampingan hukum. 

"Tentu kami sangat siap terlebih jika disinyalir ada hak hukum pencari keadilan yang dilanggar dan itu merupakan kewajiban bagi kami selaku Advokat terlebih Posbakum sebagai pemberi Jasa Bantuan Hukum," ucapnya. 

"Kami juga telah berkomitmen dan akan tetap teguh mempertahankan agar kiranya kami dapat menjadi suluh untuk menerangi kegelapan penegakan hukum di negeri ini," tambahnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved