Breaking News:

Gara-gara Uang Rp 40 Ribu, Tukang Es Kelapa Habisi Nyawa Sopir Angkot, Ini Penyebabnya

Seorang penjual kelapa muda Abi Hamzah tega merampas nyawa sopir angkot bernama Agus Ahmad (42). . .

KOMPAS.com
Ilustrasi - Sejumlah warga mengatakan, Heri yang merupakan anggota Kostrad TNI itu sebelumnya menegur Otong dan Maryam atau Iyam yang diduga sedang berselingkuh 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG BARAT - Seorang penjual kelapa muda Abi Hamzah tega merampas nyawa sopir angkot bernama Agus Ahmad (42) di Kampung Gantungan, RT 3/12 Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Aksi perampasan nyawa itu tersebut terjadi pada 16 November 2021 lalu.

Saat itu, jenazah korban ditemukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Raga Sampurna dalam kondisi bersimbah dan leher terluka parah akibat terkena bacokan senjata tajam berupa golok.

Agus mengatakan, golok yang digunakan untuk membacok korban tersebut sudah tersedia di kiosnya karena golok itu biasanya kerap digunakan untuk mengupas atau memotong kelapa muda.

"Goloknya sudah ada di situ (kios) buat motong kelapa," ujarnya saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Kamis (24/11/2021).

Kasus pembunuhan tersebut bermula saat itu korban datang ke tempat jualan pelaku untuk menagih utang sebesar Rp 40 ribu.

Namun, korban mengeluarkan kata-kata kasar dan langsung memukul pelaku.

"Saya sakit hati karena (pelaku) mengucapkan kata kasar dan melakukan pemukulan kepada saya satu kali pada bagian depan mulut," kata Agus.

Ia mengatakan, masalah utang tersebut sebetulnya sudah dibayar kepada bos korban, namun saat itu korban belum mengetahui bahwa utangnya sudah dibayar, sehingga terjadilah salah paham.

"Dia datang untuk menagih utang, salah paham karena saya sudah bayar kepada bosnya. Utangnya uang oli Rp 40 ribu," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolres Cimahi AKBP Imron Ermawan mengatakan, saat itu korban datang untuk menagih utang dengan kondisi terpengaruh alkohol dan mengeluarkan kata-kata yang kasar dan langsung melakukan pemukulan terhadap pelaku.

"Lalu terjadilah perkelahian di lokasi tersebut, tepatnya di depan warung miliknya tersangka yang berjualan kelapa muda," kata Imron.

Akibat perkelahian tersebut, kata dia, pelaku repleks mengambil golok yang biasanya digunakan untuk mengupas kelapa muda untuk membacok leher korban hingga terluka parah dan akhirnya meninggal dunia.

"Dengan sabetan yang kuat sambil kerasukan, sabetannya terkena pada bagian lehernya, korban langsung meninggal saat itu juga," ucapnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved