Breaking News:

Pemuda Sukabumi Jadi Korban Pembacokan Diduga Geng Motor, Orangtua Bingung Bayar Biaya Perawatan

Keluarga MDF (19) korban pembacokan diduga oleh kelompok geng motor kini bingung untuk membayar biaya perawatan.

Desain Grafis Tribun Pekanbaru/Didik
Ilustrasi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Keluarga MDF (19) korban pembacokan diduga oleh kelompok geng motor kini bingung untuk membayar biaya perawatan.

Orang tua korban, Dadang M (46) mengatakan, dirinya kaget setelah mendapat kabar dari adik, bahwa Kakakya sudah di rawat di RS R Syamsudin SH.

"Tadi pagi saya dapat kabar adiknya telepon, kakaknya sudah di rumah sakit katanya kena bacok," ujarnya, saat ditemui Tribunjabar.id, di RS Syamsudin SH.

Baca juga: Sisa Sebulan Lagi, Pemkab Indramayu Berpacu Kejar Capaian Vaksinasi, Kini Baru 60,36 Persen

Dadang tidak tahu, siapa yang membawa anaknya ke rumah sakit tersebut. Namun yang jadi persoalanya masuk ke rumah sakit dengan bayar tunai, sementara dirinya tidak mampu untuk membayarnya.

"Tadi juga sudah minta dialihkak pakai kartu KIS atau BPJS. Namun tetap tidak bisa dicover BPJS," tuturnya.

Pihak keluarga kini bingung untuk membayar biaya perawatan anaknya di RS Syamsudin SH, disebabkan keterbatas ekonomi.

Baca juga: Kecelakaan Parah di Batang, Truk Bermuatan Ekskavator Menabrak 7 Mobil Bak Main Karambol

"Kalau sudah begini bingung kami membayarnya. Sementara ekonomi kami hanya cukup makan saja," ucap Dadang.

Dengan kondisi ekonomi yang dialaminya, Dadang berharap pemerintah bisa membantunya.

"Kami berharap pemerintah bisa hadir membantu kami, dalam menghadapi persoalan ini," harap Dadang.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved