Breaking News:

Pemuda Indramayu Alami Luka Bakar Karena Ledakan Kompor, Ternyata Ayahnya ODGJ, Kini Butuh Bantuan

Luka tersebut, ia dapat sekitar 5 bulan yang lalu saat bekerja pada sebuah rumah makan di Jakarta.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ridwan anak dari orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang menderita luka bakar cukup serius di kediamannya di Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Ridwan (20), pemuda warga Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu ini hanya mampu pasrah merasakan nyeri dari kedua tangannya.

Kedua tangannya itu diketahui mengalami luka bakar cukup serius.

Luka tersebut, ia dapat sekitar 5 bulan yang lalu saat bekerja pada sebuah rumah makan di Jakarta.

Baca juga: Posisi YouTuber Nomor 1 di Asia Tenggara Diambil Ria Ricis, Atta Halilintar Bilang Begini

Selain nyeri, kedua tangan Ridwan juga kaku, ia sering merasakan panas, hingga gatal-gatal.

"Ini kena kebakaran pas kerja di Jakarta, lagi masak, tiba-tiba kompornya meledak," ujar Ridwan kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/11/2021).

Sementara itu, Kepala Desa Segeran, Golib Munawar mengatakan, Ridwan ini merupakan anak kurang mampu.

Ayahnya bahkan diketahui juga adalah orang dengan gangguan jiwa ( ODGJ), kedua orang tua Ridwan kini sudah lama berpisah.

Masih dikatakan Golib Munawar, sehari-hari, Ridwan hanya tinggal sebatang kara atau sendirian di rumah bekas peninggalan neneknya yang beberapa waktu lalu meninggal dunia.

"Bukan kurang mampu, tapi sangat tidak mampu, rumah saja tidak punya, rumah sebelumnya ia tinggal dipinggir kali dan sekarang sudah rata dengan tanah, kondisi rumahnya itu sangat tidak layak," ujar dia.

Dalam hal ini, pemerintah desa, diketahui juga terus melakukan upaya untuk membantu kesembuhan Ridwan.

lanjut Golib Munawar, pemerintah desa akan membantu semaksimal mungkin, seperti memfasilitasi untuk fasilitasi kendaraan untuk Ridwan berobat, hingga kebutuhan makan anak dari seorang ODGJ itu sehari-hari.

Pihaknya juga mengutus pamong desa untuk selalu mengontrol kondisi kesehatan Ridwan.

Hanya saja, kata dia, pihak desa kesulitan bilamana harus menanggung biaya operasi yang harus didapat Ridwan.

Dalam hal ini, pihaknya berharap, pemerintah daerah maupun pusat bisa turut membantu agar kondisi luka bakar yang dialami Ridwan secepatnya bisa diobati.

Baca juga: Tuntut Kenaikan UMK Subang 2022, Ribuan Buruh Padati Alun-alun Subang

Pasalnya, jika terus dibiarkan, ucap Golib Munawar, menurut keterangan dokter, kedua tangan dari Ridwan terpaksa harus diamputasi karena kondisinya yang sudah sangat parah.

"Ridwan sebelumnya pernah dioperasi juga, kulit pahanya diambil untuk kemudian ditempelkan ke tangannya yang kena luka bakar itu, sekali biayanya sampai Rp 18 juta karena pakai umum," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved