Breaking News:

Kejari Majalengka Eksekusi Sita Uang Rp 500 Juta dari Terpidana Kasus Korupsi PDSMU

Kejaksaan Negeri (Kejari) Majalengka, Jawa Barat, mengeksekusi uang tunai sejumlah Rp 500 juta dari terpidana kasus korupsi PDSMU

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kasi Pidsus Kejari Majalengka, Guntoro Janjang menyerahkan uang pengganti dari terdakwa kasus Korupsi PDSMU ke kas negara. 

Barang bukti berupa tanah dan bangunan tersebut, jelas dia, kemudian nantinya melalui keluarganya objek ini akan dilakukan sistem pelelangan.

Lalu ia, menambahkan, serta hasilnya nanti untuk menutupi sebagai uang pengganti terdakwa melakukan korupsi pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2019.

“Jadi total kerugiannya yang disetorkan oleh terdakwa ialah Rp 1,465,070.000. Mudah-mudahan nantinya rumah tersebut bisa menutupi semua uang pengganti, sehingga kerugian uang negara bisa pulih,” jelas dia.

Adapun, Guntoro menambahkan, jika nantinya aset rumah nilai rupiahnya belum mencapai nominal uang pengganti yang telah ditetapkan, pihaknya kembali akan menyita aset harta lainnya.

Hingga kerugian negara sebesar Rp 1,9 miliar itu terbayarkan.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Majalengka mengungkap kasus tindak pidana korupsi di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Majalengka.

Dilakukannya penyelidikan setelah PDSMU mendapat kucuran dana sekitar Rp 5 miliar dari Pemkab Majalengka.

Dana itu dikucurkan pada tahun 2012 dan tahun 2016 lalu, masing-masing Rp 2,5 miliar.

Namun dalam perjalanannya, pengelolaannya terdapat penyimpangan, di antaranya membuat catatan kegiatan fiktif.

Dari hasil penyidikan, ditetapkan mantan Direktur PDSMU Majalengka menjadi tersangka dan diketahui telah merugikan uang negara sebesar Rp 1,9 miliar. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved