Breaking News:

Antisipasi Lonjakan Kegiatan Masyarakat di Masa Nataru di Kuningan, Ini Penjelasan Bupati & Kapolres

Sesuai dengan pengalaman jika terjadi lonjakan kegiatan, kita akan menerapkan larang mudik dan cuti akhir tahun untuk jajaran ASN

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana disambut Bupati Kuningan di Desa Sangkanurip Kecamatan Cigandamekar Kuningan Jawa Barat, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Antisipasi terjadi lonjakan kasus COVID-19 pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah  berkoordinasi dengan unsur Pimpinan Daerah dalam melakukan pencegahan terhadap peningkatan aktivitas masyarakat.

"Kita akan lakukan upaya pencegahan terhadap lonjakan kegiatan masyarakat jelang Nataru, seperti umat Kristiani akan memperingati hari besar agamanya dan masyarakat umum akan libur akhir tahun," kata Bupati Kuningan, H Acep Purnama saat ditemui di acara Kunjungan Kapolda Jabar di Desa Sangkanurip, Kamis (25/11/2021).

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19, pemerintah memastikan akan menerapkan pembatasan baik untuk anak buahnya maupun untuk masyarakat umum.

"Sesuai dengan pengalaman jika terjadi lonjakan kegiatan, kita akan menerapkan larang mudik dan cuti akhir tahun untuk jajaran ASN. Untuk masyarakat akan ada penjagaan dalam rangka antisipasi, pembatasan tergantung situasi dan tergantung keputusan mendagri," ujarnya.

Baca juga: Delapan Pasangan Bukan Muhrim Tertangkap Basah di Kamar Hotel  Kota Bandung, Padahal Masih PPKM

Baca juga: Pemkab Indramayu Siap Terapkan PPKM Level 3 Saat Libur Nataru, Begini Skenarionya

Mengenai sektor wisata, Bupati meminta kepada Satgas Covid19 dan pelaku usaha untuk disediakannya gerai vaksinasi di tempat-tempat wisata.

"Untuk wisata kami akan tempatkan gerai vaksin, diwajibkan menerapkan aplikasi Peduli Lindungi dimana orang yang sudah vaksin boleh masuk, yang belum bisa vaksin disana, kami akan melayani," tegasnya.

Sementara Kapolres Kuningan AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengklaim akan kembali menerapkan pos penyekatan di titik-titik tertentu. Namun demikian, untuk kegiatan masyarakat tetap diberi ruang beraktifitas dengan memperhatikan prokes ketat.

"Kami sudah memploting dimana pos penyekatan, pos utama dan pemantauan untuk melakukan upaya pencegahan dan penertiban," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved