Breaking News:

Valencya Menangis di Persidangan, Jaksa Agung Batalkan Tuntutan, Dia Tidak Terbukti Bersalah

Alih-alih menuntut Valencya dihukum penjara, jaksa justru meminta Valencya dibebaskan.

Tribunjabar.id/Cikwan Suwandi
Valencya (45), ibu dua anak ini malah dituntut satu tahun penjara gara-gara memarahi suami yang pulang ke rumah dalam kondisi mabuk. 

TRIBUNCIREBON.COM, KARAWANG - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin merevisi tuntutan 1 tahun penjara terhadap Valencya alias Nengsy Lim, perempuan berusia 45 tahun yang diadili karena memarahi mantan suami yang mabuk di Karawang.

Alih-alih menuntut Valencya dihukum penjara, jaksa justru meminta Valencya dibebaskan.

Jaksa menilai Valencya tidak terbukti bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Penarikan tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Pentuntut Umum (JPU) dalam persidangan beragendakan replik di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (23/11/2021).

Dalam persidangan itu, Kejaksaan Agung mengirimkan tim JPU yang dipimpin oleh Syahnan Tanjung sebagai jaksa muda utama, didampingi jaksa madya yakni Erwin Widhiantono, Guntur Wibowo, Harry Prihariyanto dan Perry Kurnia.

Dalam repliknya, jaksa menyatakan Valencya tidak terbukti bersalah sehingga tuntutan sebelumnya yang diajukan jaksa ditarik atau batal demi hukum.

"Berdasarkan pertimbangan Jaksa Agung selaku penuntut umum tertinggi menarik tuntutan jaksa penuntut umum yang dibacakan terhadap diri terdakwa Valencya," kata JPU saat membacakan replik.

Jaksa Syahnan lantas membacakan perincian tuntutan yang diubah.

Jaksa menilai Valencya tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana psikis sesuai dengan Pasal 45 KUHP tentang penghapusan KDRT.

"Membebaskan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim dari segala jenis tuntutan," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved