Breaking News:

UMK Kuningan 2022 Naik Rp 25.000 Menjadi Rp1.908.102, Ini Kata Dinakertrans

Jelang pergantian tahun 2021 - 2022 diketahui bahwa Upah Minimum Kabupaten (UMK) mengalami perubahan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
tribunnews.com
Ilustrasi uang 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Jelang pergantian tahun 2021 - 2022 diketahui bahwa Upah Minimum Kabupaten (UMK) mengalami perubahan.

Hal itu jelas berdasar ketentuan yang telah melalui berbagai tahapan antara pemerintah dengan sejumlah organisasi buruh di Kuningan.

"Ya Meski masih masa pandemi Covid-19, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kuningan Tahun 2022 bisa naik Rp 25 ribu, dari semula Rp1.883.102 menjadi Rp1.908.102," ungkap Plt Kadis Nakertrans Kuningan, Agus Sadeli saat dihubungi ponselnya, Rabu (24/11/2021)

Dia mengatakan bahwa nilai UMK itu berdasarkan kesepakatan yang ditetapkan setelah rapat penetapan UMK Kuningan bersama berbagai pihak terkait.

"Iya nilai angka UMK itu baru pengajuan yang sebelumnya disepakati Disnakertrans, SPSI, BPS, Pakar Uniku dan pengusaha lain," katanya.

Dalam proses sebelum terjadi kesepakatan yang diketahui bahwa UMK Kuningan naik Rp 25 ribu.

Saat pembahasan UMK dari pihak SPSI ingin UMK naiknya sampai Rp 200 ribu. Disisi lain, pengusaha menolak karena masih dalam pemulihan ekonomi.

"Ya menuju kesepakatan jelas ada perumusan yang cukup mengundang dari berbagai pihak beragumen. Namun muncul angka kenaikan UMK itu, atas hitungan kenaikan Rp 25 ribu dari pertimbangan inplasi, jumlah penduduk, pertanggungan keluarga, dan lain-lain.

Artinya, semua disesuaikan data nasional, maka muncul rentang, minimal dan maksimal,” ungkap Agus seraya menambahkan bahwa nilai UMK itu baru bersifat rekomendasi yang nanti disahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved