Breaking News:

Prof Wiku: Bercermin dari 4 Negara di Eropa, Jangan Lengah Terapkan Prokes Ketat

Indonesia harus bercermin dari lonjakan kenaikan kasus di beberapa negara Eropa yang terjadi saat ini.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
YouTube/BNPB Indonesia
Prof Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dalam Konferensi Pers di Media Center, Graha BNPB – Jakarta secara LIVE ON TAPE, Selasa (23/11/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Indonesia harus bercermin dari lonjakan kenaikan kasus di beberapa negara Eropa yang terjadi saat ini. Jangan sampai kelengahan dan ketidakwaspadaan pemerintah dan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat menyebabkan lonjakan kasus di akhir tahun ini.

Prof Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, mengatakan kita perlu mengambil pemebelajaran dari 4 negera di Eropa yang sedang mengalami kenaikan kasus secara signifikan. Empat ngara itu adalah Austria, Belanda, Belgia dan Jerman.

Awal 2020, kata Prof Wiku, ke 4 negara tersebut mengimplementasi wajib lockdown dan penggunaan masker. Namun begitu kasus menurun di bulan Mei, keempat negara tersebut melonggarkan pembatasan, sehingga aktivitas kembali normal dan masker tidak wajib.

Baca juga: Mensos Risma Semangati Anak di Indramayu yang Putus Sekolah karena Orang Tua Wafat Akibat Covid-19

“Belgia mengalami kenaikan kasus paling signifikan karena tidak menerapkan pembatasan aktivas dan wajib masker saat awal kasus mulai naik. Lonjakan kasus ini menyebabkan ke4 negara kembali menerapkan lockwon/ dan wajib kasus. Setelah kasus menurun di 2021, perlahan ke 4 negara melonggarkan pembatasan aktivitas dan kewajiban masker tidak lagi seketat awal. Kebijakan ini bertahan 8 bulan dan berdampak pada kasus yang melonjak tajam sehingga 1800 kali lipat. Saat ini Austria Belanda dan Jerman kembali menerapkan lockdown dan wajib masker. Hanya Belgia yang tidak lockdown namun menerapkan wajib masker yang ketat. ,” jelas Prof Wiku dalam Konferensi Pers di Media Center, Graha BNPB – Jakarta secara LIVE ON TAPE, Selasa, 23 November 2021.

Menurut Prof Wiku, keputusan kebijakan ini juga tidak mudah untuk dilakukan, karena masyarakatnya menentang lockdown bahkan hingga terjadi aksi massa. Karena warga setahun ini terbiasa beraktivitas normal dengan masker yang tidak ketat.

“Namun karena cakupan vaksinasi dosis lengkap di 4 negara ini sudah cukup tinggi, maka kondisi kasus yang melonjak tajam saat ni tidak menyebabkan lonjakan pasien ICU dan lonjakan kematian pula,” ujar Prof Wiku.

Meskipun demikian lanjut Prof Wiku. penting untuk diingat, bahwa vaksin tetap tidak bisa mencegah naiknya kasus jika tidak dibarengi dengan penerapan disiplin prokes

“Dari kenaikan kasus di 4 negara ini kita dapat mengambil pelajaran, bahwa pembukaan aktivitas masyarakat yang terlalu tergesa-gesa dan tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dapat menyebabkan lonjakan kasus yang sangat tajam,” kata Prof Wiku.

Dikatakannya, kepatuhan terhadap prokes terutama memakai masker sangat berpengaruh besar dalam menekan penularan. Selain itu, cakupan vaksinasi yang tinggi terbukti dapat mencegah keparahan gejala pada pasien covid-19 sehingga dapat mencegah kematian pada pasien

“Oleh karena itu Indonesia perlu berhat-hati dan penuh kewaspadaan dalam menyambut peridoe Natal dan Tahun Baru nanti. Adanya lonjakan pada berbagai negara di dunia, harus menjadi pelajaran agar kita tidak mengalami lonjakan kasus seperti banyak negara lainnya.” ujar Prof Wiku.

Prof Wiku mengatakan, persiapan yang harus dilakukan adalah kepada gubenur bupati walikota adalah terus memamtau tren kasus baik secara nasional maupun wilayah masing-masing.
Apabila menunjukkan kenaikan, kata Prof Wiku, perlu segera ditindaklanuti agar tidak melonjak

“Antara bupati walikota agar terus berkoordinasi mengingatkan dan bahu mnembahu apabila
terdapat wilayah yang mengalami lonjakan kasus di dekatnya Meskipun saat ini aktivitas kembali normal, prokes tetap harus dijalankan dengan disipin,” kata Prof Wiku.

Prof Wiku menyarankan perlu adanya Satgas posko di tempat umum untuk memantau kepatuhan prokes bagi penunjgung mapun satgas posko di tingkat kelurahan untuk memastikan warga masyarakta memakai masker dalam beraktivitas di luar rumah.

“Masyarakat juga diimbau untuk bepergian pada lokasi dan kegiatan yang sudah memiliki satgas khusus covid,. Semata-mata demi menjamin keselamatan diri sendiri, keluarga dan akhirnya berperan dalam mencegah peningkatan kasus pada regonal dan nasional,” ujar Prof Wiku. (Machmud Mubarok)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved