Breaking News:

Cerita Petugas Vaksinasi di Indramayu, Blusukan ke Pelosok Desa Demi Penuhi Hak Warga Disabilitas

Mulai dari blusukan ke pelosok desa, hingga melawan hoaks soal vaksinasi yang banyak beredar di masyarakat.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Petugas Satgas Covid-19 Kecamatan Balongan saat melakukan vaksinasi terhadap lansia disabilitas di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Rabu (24/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Beragam cerita dialami para petugas dalam menyukseskan target vaksinasi di akhir tahun nanti.

Mulai dari blusukan ke pelosok desa, hingga melawan hoaks soal vaksinasi yang banyak beredar di masyarakat.

Seperti yang dialami petugas Satgas Covid-19 di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Sekretaris Kecamatan Balongan, Encep RS mengatakan, karena kunjungan masyarakat yang datang ke tempat sentral vaksinasi mulai menurun, petugas pun berinisiatif untuk melakukan vaksinasi secara door to door.

Baca juga: Dinkes Klaim Warga Kabupaten Cirebon Lebih Menyukai Vaksin Covid-19 Jenis Sinovac, Benarkah?

"Iya kita lakukan upaya jemput bola," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (24/11/2021).

Encep RS mengatakan, dalam upaya blusukan ini, pihaknya secara khusus menyasar warga yang sakit dan tidak mampu untuk datang ke lokasi vaksinasi.

Hal ini, agar masyarakat bisa tetap mendapat haknya untuk divaksin guna meminimalisir risiko penularan Covid-19.

Seperti yang dilakukan petugas di Desa Majakerta, Kecamatan Balongan. 

Di sana, mereka mendatangi kediaman Sumista (52), lansia disabilitas yang kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan.

Warga itu diketahui tidak bisa berjalan, hal inilah yang membuat Sumista belum divaksin.

Di sisi lain, pria paruh baya itu terlihat antusias ketika petugas vaksinasi datang, Sumista bahkan menyambut langsung para petugas tersebut di rumahnya.

Tanpa menunggu lama, petugas langsung melakukan tracing dan menyuntikan vaksin pada lengan Sumirsa.

"Beliau cacat karena kecelakaan dan tidak bisa berjalan, sehingga kami berinisiatif mendatangi langsung kediamannya," ujar dia.

Masih dikatakan Encep RS, dalam upaya vaksinasi ini, tidak semuanya berjalan lancar, pihaknya tidak jarang pula mengalami penolakan.

Lanjut dia, masih ada warga yang termakan hoaks soal vaksinasi, petugas pun harus melakukan edukasi dahulu untuk melawan hoaks tersebut.

Petugas juga memberikan contoh-contoh masyarakat yang sudah divaksin sebelumnya untuk meyakinkan bahwa vaksinasi yang tengah digencarkan pemerintah ini aman.

"Karena memang tetap ada kekhawatiran dari warga sehingga membuat mereka takut," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved