Breaking News:

Jelang 100 Hari Kasus Subang, Kuasa Hukum Danu Berharap Oknum Banpol serta Yosef & Adiknya Diperiksa

Kasus pembunuhan nyawa ibu dan anak yang terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, memang menjadi misteri.

Dwiky Maulana Vellayati
Danu (21) dan Yoris (34) didampingi kuasa hukum saat akan memasuki Satreskrim Polres Subang, Rabu (10/11/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Subang, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNCIREBON.COM, SUBANG - Kasus pembunuhan nyawa ibu dan anak yang terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat, memang menjadi misteri.

Akhir-akhir ini, beredar kabar kasus yang akan memasuki hari ke-100 tersebut dalam proses penyidikan dilakukan langsung oleh Polda Jabar.

Hal tersebut direspons dari kuasa hukum saksi kunci dalam kasus yang terjadi di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat itu.

Salah satunya yakni, kuasa hukum dari Yoris (34) serta Danu (21) yang turut merespons.

Achmad Taufan selaku kuasa hukum keduanya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi yang pada sebelumnya Kapolda Jabar Irjen Pol Suntana yang mengintruksikan kepada jajaran reserse untuk segera ungkap kasus tersebut.

"Kami bersyukur, kami mengapresiasi sejak Pak Irjen Pol Suntana menjabat sebagai Kapolda Jabar yang baru dan langsung mengintruksikan keras bahwa perkara ini harus dituntaskan secepatnya," ucap Taufan, Selasa (23/11/2021).

Namun, dengan kepeminpinan dari Kapolda Jabar yang baru ini, pihaknya berharap agar kejadian dari kliennya yakni Danu yang disuruh oleh oknum bantuan polisi (Banpol) untuk menerobos garis polisi yang berada tkp juga harus dituntaskan.

Bukan hanya itu, ia juga berharap kepada kepolisian dari Polda Jabar yang saat ini menangani langsung kasus tersebut juga turut memeriksa saksi kunci lain seperti Yosef (55) dan adiknya yang juga ikut menerobos dari garis polisi di hari yang sama.

"Kami berharap dengan adanya Kapolda baru sehingga saksi-saksi atau temuan yang sudah pernah kita sampaikan terkait masalah Danu yang membersihkan bak mandi di tkp yang disuruh oknum banpol juga harus diperiksa dan dituntaskan," katanya.

"Dan masuknya ke TKP juga Pak Yosef dan adiknya Pak Mulyana di tanggal 19 itu juga harus segera diperiksa, karna temuan tersebut sudah kita sampaikan dalam BAP dari klien kami," ujarnya.

Dapat diketahui sebelumnya, terdapat kejadian di tanggal 19 Agustus 2021 lebih tepatnya sehari setelah kematian dari Tuti Suhartini (55) serta Amalia Mustika Ratu (23).

Kejadian tersebut yakni Danu yang merupakan keponakan dari Tuti menerobos garis polisi serta membersihkan bak mandi. Dalam pengakuan Danu, ia disuruh oleh oknum banpol.

Sementara itu, anak tertua dari korban yakni Yoris juga mengaku bahwa ayahnya yang tak lain yaitu Yosef juga turut menerobos garis polisi bersama dengan adiknya setelah Danu dihari yang sama.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved