Breaking News:

Anggota DPR RI Asal Majalengka Tanggapi Serius Soal Ramainya Desakan MUI Dibubarkan, Begini Katanya

Desakan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyeruak ditanggapi serius oleh anggota DPR RI asal Kabupaten Majalengka, KH Maman Imanulhaq.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Maman Imanulhaq. 

"Jangan dengan gampang gebyah uyah, karena ada oknum MUI yang diduga terlibat jaringan teroris maka MUI-nya dituduh teroris semua," ucapnya.

Meski begitu, Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini berharap momentum ini dapat dijadikan evaluasi dan pembenahan di tubuh MUI yang selama ini dinilainya eksklusif.

MUI harus kembali kepada khittah-nya sebagaimana yang dilakukan oleh Buya Hamka, ketua MUI pertama, yakni untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam.

Namun pada sisi lain, MUI juga punya peran untuk memberikan kritik atau saran terhadap kebijakan pemerintahan.

"Saya tidak setuju MUI dibubarkan namun saya ingin MUI melakukan pembenahan. Tidak hanya mewah-mewahan seolah-olah bisa melebihi ormas lain padahal MUI hanya ormas, bukan lembaga resmi negara meski mendapat anggaran dari negara," jelas dia.

Hal itu pula yang perlu diedukasi ke publik, kata Kiai Maman, bahwa MUI bukan lembaga negara sehingga fatwa-fatwanya dianggap mengikat.

Padahal ormas-ormas lain seperti NU, Muhammadiyah, Persis, dll, juga sama mengeluarkan fatwa.

Kiai Maman juga mendorong adanya audit keuangan pada MUI sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas keuangan sebagai lembaga yang menikmati anggaran dari negara.

Termasuk juga audit terhadap keuangan yang didapat dari hasil sertifikasi halal.

Meski begitu, Kiai Maman mengingatkan kepada semua bahwa terorisme dan radikalisme adalah musuh bersama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved