Breaking News:

Hukuman Mati Bagi Suami Sarah yang Siram Air Keras Juga Diteriakkan Anggota DPRD Cianjur

Viralnya kasus penyiraman air keras yang dilakukan seorang suami, AL (29) terhadap istrinya, Sarah (21), mencuri perhatian banyak pihak

Editor: dedy herdiana
dok.pribadi
Sarah, istri yang disiram air keras oleh suaminya meninggal dunia 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Viralnya kasus penyiraman air keras yang dilakukan seorang suami, AL (29) terhadap istrinya, Sarah (21), mencuri perhatian banyak pihak.

Selain keluarga korban yang meminta pelaku dihukum mati, pihak legislatif di Cianjur pun mengatakan hal senada.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, Sahli Saidi, meminta penegak hukum untuk menghukum mati pelaku.

"Ini perbuatan yang sangat keji dan tidak punya hati nurani. Istri sendiri dibunuh dengan air keras, sadis banget," kata Sahli di Gedung DPRD Cianjur, Senin (22/11/2021).

Ia mengatakan hukuman tersebut setimpal karena perbuatan AL (29) sudah mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Baca juga: Nasib Tragis Sarah Dijanjikan Hidup Bahagia Punya Vila Mobil, Meninggal Disiram Air Keras oleh Suami

Baca juga: Ini Bahaya Air Keras yang Bikin Perempuan Asal Cianjur Meninggal Dunia Setelah Disiram Suami

Ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang pencegahan kawin kontrak.

"Komisi D mendorong Perbup pencegahan kawin kontrak atau nikah sirih supaya cepat terealisasi. Itu perlu dipercepat agar jangan ada warga Indonesia atau Warga Negara Asing (WNA) yang nikah siri, apalagi kawin kontrak," ujarnya.

Bupati Cianjur, H Herman Suherman mengatakan kasus ini harus ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Harus ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dihukum seberat-beratnya," ujar Herman.

Ia mengatakan, kasus ini harus ditindaklanjuti, agar menjadi efek jera bagi para pelaku.

"Tentunya menjadi pengalaman berharga bagi masyarakat Cianjur Pemda sudah membuat Perbup larangan kawin kontrak," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved