Breaking News:

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

dr Hastry Prediksi Waktu dan Pelaku Pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang, Dibenarkan Denny Darko

Sebagai petugas yang terlibat menangani kasus Subang, prediksi dr Hastry kasus Subang bisa diungkap sebelum 100 hari.

Editor: Mumu Mujahidin
(Tangkapan layar Youtube Denny Darko)
ahli forensik Mabes Polri, Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti dan Denny Darko 

Erdi mengatakan, hingga kini kasus perampasan nyawa ibu dan anak tersebut masih dalam konsumsi penyidikan.

"Kita tidak bisa menyampaikan semuanya, karena penyidik sedang fokus untuk mengungkap semua ini. Nanti hasil gelar dua mingguan, dan prioritas saksi yang dimintai keterangannya pasti akan kami sampaikan," kata dia.

Ia melanjutkan, penyidik akan menganalisa keterangan saksi dan bukti yang diduga mengarah kepada tersangka kasus pembunuhan tersebut.

"Intinya, kita sudah mencoba untuk menemukan beberapa hal yanng menyangkut keterangan-keterangan yang sekiranya akan mengarah kepada tersangka dengan dikaitkan dengan petunjuk dan bukti bukti lainnya," ucapnya.

Baca juga: Jelang 100 Hari Kasus Subang, Kuasa Hukum Ungkap Kabar Terbaru Danu: Dia Saksi yang Harus Dijaga

Misteri Banpol

Sosok Banpol yang dikait-kaitkan dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang hingga kini masih jadi misteri.

Bahkan keberadaan Banpol tersebut hingga kini tak diketahui.

Meski telah didapat nama hingga fotonya, sosok Banpol yang dihubung-hubungkan dengan kasus Subang itu tetap jadi teka-teki.

Sosok Banpol belakangan jadi sorotan lantaran disebut sempat menyuruh saksi kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) yakni Danu untuk masuk ke TKP pembunuhan.

Hal tersebut diungkap sendiri oleh Danu.

Keponakan korban pembunuhan itu mengaku terpaksa masuk ke TKP pembunuhan karena disuruh oleh seorang pria yang merupakan oknum Banpol.

Tak cuma masuk, Danu juga mengaku sempat diminta untuk membersihkan bak mandi di TKP pembunuhan.

Gara-gara aksi Danu tersebut, TKP pembunuhan ibu dan anak itu diduga tercemar oleh orang lain di luar penyidik kepolisian.

Cerita soal Banpol itu tak cuma diurai oleh Danu.

Baca juga: 3 Kejanggalan Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Oknum Banpol dan 2 Barang dari TKP Belum Diperiksa

Ini dia sosok oknum banpol yang perintahkan Danu bersihkan TKP kasus Subang.
Ini dia sosok oknum banpol yang perintahkan Danu bersihkan TKP kasus Subang. (Tribun jabar/Dokumentasi Danu)

Anak tertua korban pembunuhan, Yoris juga mengungkap hal yang sama.

Bahkan Yoris sempat membongkar siapa nama oknum Banpol yang menyuruh Danu masuk dan membersihkan TKP.

Hal itu diungkap sebab Yoris mengaku sering melihat sosok Banpol itu berada di Polsek Subang

"Anda bisa mengatakan ini Banpol dari mana ?" tanya presenter TV One dilansir TribunnewsBogor.com pada Selasa (9/11/2021).

"Saya suka melihat dia di Polsek juga. Saya kira ini polisi. Tapi sekarang-sekarang (baru tahu) ini Banpol," ujar Yoris.

"Anda tahu siapa namanya ?" tanya presenter lagi.

"Kalau sekarang tahu, (nama oknum Banpol) Uci, katanya Banpol," ungkap Yoris.

Jika Yoris mengaku sering melihat dan tahu sosok Banpol tersebut, pengakuan mengejutkan justru didapat dari warga dan petugas di Polsek Jalan Cagak

Hal itu diketahui berdasarkan hasil penelusuran tim Tribun Jabar (grup Tribunnews).

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar, wartawan Tribun Jabar pada Senin (8/11/2021) melakukan penelusuran terhadap keberadaan oknum Banpol yang disebut-sebut Danu dan Yoris.

Namun saat dilakukan penelusuran, keberadaan sang oknum Banpol itu tidak didapat.

Sejumlah warga yang berada di sekitar Polsek Jalan Cagak, baik itu pedagang maupun warga yang berada di mushala Polsek mengaku tidak kenal siapa Banpol berinisial U itu.

"Tidak kenal (Banpol U)," kata pedagang di dekat Polsek Jalan Cagak, yang sehari-hari berjualan di kawasan tersebut.

Lebih lanjut, wartawan Tribun Jabar juga sempat mampir ke mushala Polsek Jalan Cagak.

Di sana, Tribun berusaha untuk menanyai sejumlah orang dan petugas di mushala kantor polisi itu.

Namun semuanya mengaku tidak kenal dengan sosok Banpol tersebut.

Baca juga: Jelang 100 Hari Kasus Subang, 2 Benda Ini Bisa Jadi Petunjuk Ungkap Pelaku yang Habisi Tuti dan Amel

Kepala Desa Jalancagak Indra Zainal Alim bersama Yoris bicara soal sewa pengacara dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang
Kepala Desa Jalancagak Indra Zainal Alim bersama Yoris bicara soal sewa pengacara dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang (Youtube Indra Zainal)

Berbeda dengan warga dan petugas di Polsek Jalan Cagak, Kepala Desa Indra Zainal mengurai hal lain.

Indra Zainal menyebut bahwa oknum Banpol itu sosoknya memang benar-benar ada.

Kendati demikian, Indra Zainal enggan berkomentar lebih banyak terkait hal tersebut.

Tribun pun sempat mendapati nomor telpon oknum Banpol itu.

Tapi saat ditelepon, pemilik nomor tersebut tidak merespon panggilan meskipun ponselnya dalam keadaan aktif.

Polisi Angkat Bicara soal Banpol

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago menanggapi pengakuan Danu soal sosok Banpol.

Beberapa waktu lalu, Danu mengaku sempat masuk ke TKP pembunuhan Tuti dan Amalia.

Tak cuma masuk, Danu juga berujar sempat membersihkan bak mandi di lokasi Tuti dan Amalia terbunuh.

Hal tersebut dilakukan Danu karena disuruh oleh oknum Banpol bernama Uci.

Atas pengakuan Danu tersebut, polisi akhirnya buka suara.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Selasa (21/9/2021)
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Selasa (21/9/2021) (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Dilansir dari Tribun Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago membantah pernyataan Danu tersebut.

Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan, setiap informasi terkait penyelidikan kasus di Subang harus dapat dipertanggungjawabkan.

Pihaknya menegaskan, lokasi kejadian merupakan ranah penyidik.

Kebijakan membuka atau menutup area pun, merupakan kewenangan dari penyidik.

"Nggak ada. TKP itu dibuka dan ditutup oleh petugas. Jadi, tidak ada Banpol untuk membuka-buka itu, tidak ada. Kami tetap percaya pada proses penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Subang," ujar Kombes Pol Erdi A Chaniago.

Pihaknya menegaskan akan tetap berpedoman pada hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polres Subang berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, saksi, olah TKP hingga hasil autopsi

"Jadi, tidak usah mendengar hal lain dari Banpol atau yang lain, itu keterangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ucap Kombes Pol Erdi A Chaniago.

Lebih lanjut, Kombes Pol Erdi A Chaniago pun menyinggung soal sosok yang panik atas perkembangan penyelidikan kasus Subang.

Sosok tersebut seolah merujuk pada Danu lantaran memberikan pengakuan terbaru soal Banpol.

"Informasi-informasi tersebut selayaknya harus dari informasi resmi dari penyidik, ini kan dari beberapa saksi yang mungkin sudah mengarah pada seseorang yang menimbulkan kepanikan sehingga yang bersangkutan bercerita tanpa bisa dibuktikan," kata Kombes Pol Erdi A Chaniago di Bandung, Selasa (9/11/2021).

(TribunnewsBogor.com, TribunJabar.com)

Berita lain terkait Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved