Breaking News:

Buruh di Indramayu Tuntut UMK 2022 Naik, Tak Sudi Diberi Upah Murah: Masa Naiknya Cuma Rp 18.493

Para buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Indramayu (ABI) pada hari ini menggeruduk Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu.

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Para buruh saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Disnaker Indramayu, Senin (22/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Gejolak penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022 juga bergejolak di Kabupaten Indramayu, Senin (22/11/2021).

Para buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Indramayu (ABI) pada hari ini menggeruduk Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu.

Rencananya mereka juga akan melakukan aksi unjuk rasa di Pendopo Indramayu.

Salah satu koordinator aksi, Hadi Haris Kiyandi mengatakan, Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat upah.

Para buruh hanya diberi upah murah karena adanya formula baru Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 yang digunakan untuk menghitung UMK tahun 2022.

"Melalui surat edaran itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang berkolaborasi memastikan politik upah murah diterapkan di seluruh daerah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (22/11/2021).

Hadi Haris Kiyandi mengatakan, kondisi ini menjadi isu utama bagi ABI, mereka menolak kenaikan UMK Indramayu 2022 yang hanya sebesar 0,78 persen.

Atau jika dirupiahkan, hanya naik Rp 18.493,69 saja menjadi Rp 2.391.567,15.

Nominal upah itu, lanjut dia, tidak sebanding dengan kebutuhan hidup layak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved