Breaking News:

Kecelakaan Maut

Pamit Kuliah Mahasiswi PGRI Palembang Ini Meninggal dalam Kecelakaan Maut, Terluka Parah di Kepala

Dalam kecelakaan maut itu seorang mahasiswi Universitas PGRI Palembang bernama Betha Anggraini (21) meninggal dunia.

Editor: Mumu Mujahidin
Istimewa
Betha Anggraini (21), seorang mahasiswi Universitas PGRI Palembang tewas dalam kecelakaan di Jalan Kolonel Sai Husin Kecamatan Sukarami Palembang, Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNCIREBON.COM - Peristiwa kecelakaan maut terjadi di Jalan Kolonel Sai Husin Kecamatan Sukarami Palembang, Sabtu (20/11/2021).

Dalam kecelakaan maut itu seorang mahasiswi Universitas PGRI Palembang bernama Betha Anggraini (21) meninggal dunia.

Sebelum tewas dalam kecelakaan, korban sedang dalam perjalanan menuju ke kampusnya di kawasan Jalan Jendral Ahmad Yani Plaju Palembang.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Betha Anggraini (21), seorang mahasiswi Universitas PGRI Palembang tewas dalam kecelakaan di Jalan Kolonel Sai Husin Kecamatan Sukarami Palembang, Sabtu (20/11/2021).
Betha Anggraini (21), seorang mahasiswi Universitas PGRI Palembang tewas dalam kecelakaan di Jalan Kolonel Sai Husin Kecamatan Sukarami Palembang, Sabtu (20/11/2021). (Istimewa)

Suparjo (49) paman korban mengatakan, keponakannya itu sempat pamit sebelum berangkat kuliah sekira pukul 08.00 WIB.

"Pamitnya seperti biasa. Tidak ada hal yang aneh-aneh atau pertanda apapun," ungkapnya.

Sejak lima tahun terakhir, korban ikut Suparjo dan keluarganya tinggal di Kota Palembang tepatnya di Jalan Sukajadi, Talang Kelapa.

Sedangkan ayah dan ibunya tinggal di Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Saat ini korban sudah menginjak bangku kuliah semester 3 jurusan PG PAUD Universitas PGRI Palembang.

Baca juga: Kecelakaan Parah di Pangandaran Pukul 13.00 WIB, Mobil Sedan Tabrak Rumah Warga dan Terperosok

"Dia ini anak tunggal, orang tuanya di Muba. Tapi sejak SMA sudah ikut sama saya," kata Suparjo.

Sementara itu, dari pantauan di depan instalasi forensik Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, terlihat keluarga maupun rekan termasuk dosen-dosen korban mulai berdatangan sebagai tanda bentuk duka.

Nampak jelas rekan-rekan korban masih seakan tidak percaya dengan peristiwa kecelakaan ini.

Setelah ditangani oleh tim dokter, selanjutnya jenazah korban akan dibawa pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Muba.

Berita lain terkait Kecelakaan Maut

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved