Breaking News:

Ada 45 Titik Rawan Banjir di Majalengka, BPBD Singgung Soal Kondisi Kritis DAS

Dari dua DAS yang ada, Cimanuk tercatat memiliki titik paling banyak yang kondisinya kritis.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Petani di Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka berjibaku memanen padi ditengah genangan banjir. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Ada 45 titik rawan banjir di Kabupaten Majalengka.

Titik-titik itu menjadi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mana musibah banjir mengancam daerah di sekitarnya, baik pemukiman maupun lahan pertanian.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Majalengka, Indrayanto mengatakan, dari dua DAS yang ada, Cimanuk tercatat memiliki titik paling banyak yang kondisinya kritis.

Baca juga: Tingkatkan Kehebatan, Prajurit Baret Merah Kopassus Latihan Bareng dengan Pasukan Khusus Australia

Di DAS Cimanuk, ada 39 titik yang kondisinya rawan sehingga menjadi ancaman terjadinya luapan air.

“Di Majalengka ada dua DAS, Cibuaya dan Cimanuk. Cibuaya memiliki titik kritis 6 dan Cimanuk 39. Penyebabnya (rawan) sedimentasi, penyempitan sungai. Jadi total, ada 45 titik rawan," ujar Indra, Sabtu (20/11/2021).

Diakuinya, beberapa titik rawan tersebut memang sudah mendapat penanganan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), selaku pihak yang berwenang.

Baca juga: Kang Yana Buka Suara Soal Prank Menghilang di Cadas Pangeran, Ternyata Kabur Karena Ada Tekanan

Namun, perbaikan tersebut hanya dilakukan di sebagian kecil titik saja.

“Ada beberapa titik kritis yang memang sudah dilakukan perbaikan, tapi jumlahnya minim. Masih banyak yang perlu penanganan. Ada 36 titik di Cibuaya dan Cimanuk yang belum diperbaiki. Sebagian besar, titik-titik rawan itu mengancam pemukiman,” ucapnya.

Lebih jauh dijelaskan Indra, musibah banjir yang pernah menerjang sejumlah desa pada Februari 2021 lalu, sebagai dampak dari kondisi kritis DAS itu.

Banjir yang sempat merendam beberapa desa itu, berasal dari DAS Cibuaya.

Baca juga: Lihat Kondisi Rumah Teddy, Anak Sule Putri Delina Langsung Nangis: Ingin Sekali Ngasuh Dedek Bintang

“Aliran Cibuaya ini masuk Desa Sumber Kulon, Putri Dalem, Jatiraga (Kecamatan Jatitujuh). Kemarin, banjir merendam 40 hektar lahan persawahan di Desa Jatiraga. Alhamdulillah itu belum ditanami. Dan ini harus jadi perhatian kita semua,” jelas dia.

Terkait langkah antisipasi, lanjut dia, pihak BBWS sudah mempersiapkan sejumlah kebutuhan ketika musibah banjir kembali terjadi.

"Ada bronjong, dan juga alat berat. Sebenarnya penanganan musibah banjir akibat luapan air sungai itu wewenang dari BBWS,” katanya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved