Breaking News:

Pejabat BPBD Indramayu Diduga Korupsi Duit Covid-19 Rp 196 M, Lawyer Bilang Kliennya Dapat Sedikit

Yakni D yang saat ini sudah pensiun dan C yang merupakan pejabat aktif BPBD Indramayu.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Pejabat BPBD Indramayu saat keluar seusai diperiksa polisi di Mapolres Indramayu, Kamis (18/11/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Dua pejabat pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu diperiksa polisi selama 11 jam lamanya.

Yakni D yang saat ini sudah pensiun dan C yang merupakan pejabat aktif BPBD Indramayu.

Keduanya mulai menjalani pemeriksaan mulai pukul 09.00 WIB dan baru keluar pada pukul 20.00 WIB.

Mereka diperiksa lebih lanjut soal dugaan kasus tindak pidana korupsi dana refocusing Covid-19 di Kabupaten Indramayu tahun 2020 dengan total anggaran Rp 196 miliar pada Jumat (19/11/2021).

"Ada sekitar 80 pertanyaan yang ditanyakan dalan pemeriksaan itu," ujar Kuasa Hukum C, Khalami kepada Tribuncirebon.com, Jumat (19/11/2021).

Khalami mengatakan, pertanyaan tersebut seputar aliran dana, bagaimana cara pengaliran dana itu keluar, hingga bagaimana cara pemakaian dana.

Dalam hal ini, disampaikan Khalami, kliennya kooperatif dalam menjawab pertanyaan penyidik.

Terlebih, kliennya C diduga hanya melakukan gratifikasi dengan nominal relatif kecil, yakni hanya sekitar Rp 40 juta dari total anggaran.

Pihaknya pun akan berjuang membela kliennya dengan merujuk jaminan keamanan atau efektivitas hukum sesuai dengan Perpu Nomor 1 Tahun 2020.

"Yang intinya aparatur negara yang melaksanakan tugas penanganan Covid-19 secara ikhlas beritikad baik tidak dapat dituntut pidana dan atau perdata," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved