Breaking News:

Jumlah Janda di Pangandaran di Awal Masa Pendemi Covid-19 Naik 219 Orang, Ini yang Dilakukan LKKNU

Untuk mengurangi angka penceraian di Pangandaran, LKKNU tersebut bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran.

Editor: dedy herdiana
Tribunjabar.id/Padna
Tangkap layar video, Ketua LKKNU Kabupaten Pangandaran, Lilis Santika memberikan pendampingan calon pengantin, Kamis (18/11/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Pangandaran, Padna

TRIBUNCIREBON.COM, PANGANDARAN - Antisipasi perceraian dini, lembaga di Pangandaran melakukan pendampingan calon pengantin.

Lembaga tersebut bernama Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Pangandaran.

Untuk mengurangi angka penceraian di Pangandaran, LKKNU tersebut bekerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran.

Ketua LKKNU Kabupaten Pangandaran, Lilis Santika mengungkapkan, terutama dalam dua tahun selama Pandemi Covid-19 ini, tentu sangat mempengaruhi pernikahan.

Baca juga: Sudah Tak Tahan, Istri Lapor ke Polisi Umbar Dosa Besar Aiptu ARL: Pak, Dia Selingkuh dengan Janda

"Di triwulan pertama saja, ada 219 kasus perceraian yang didominasi faktor ekonomi, mental dan akhirnya mengarah ke perceraian," ujar Lilis kepada wartawan seusai melakukan pendampingan calon pengantin di Babakan Pangandaran, Kamis (18/11/2021) siang.

Untuk itu, pihaknya memandang penting dilakukan bimbingan terhadap calon pengantin.

"Agar, kedua calon pengantin memahami arti tujuan berumahtangga. Karena, bukan hanya bahagia duniawi tapi juga bahagia ukhrowi. Sehingga, diharapkan bisa melaksanakan keluarga sakinah mawadah warohmah," katanya.

Baca juga: Seorang Kakek Buka Biro Jodoh, Baru Dua Bulan Sudah Nikahkan 5 Pasangan, Tidak Hanya Janda dan Duda

Memang, ungkap Ia, pandemi Covid-19 ini sangat mempengaruhi rumah tangga karena kondisi lemahnya ekonomi dan suaminya tidak ada pekerjaan.

"Maka, kita perlu melakukan bimbingan bagi calon pengantin ini karena pernikahan itu harus dirasakan bahagia, dan kebahagiaan itu tidak diukur dengan ekonomi ataupun materi."

"Dan bahagia itu, dirasakan dari hati bukan diukur oleh materi atau keduniawian, serta siap mengarungi bahtera rumah tangga yang berprinsip baiti janati (rumahku surgaku)," ucap Lilis. *

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved