Breaking News:

Cadas Pangeran

Kisah Misteri di Cadas Pangeran Tempat Kang Yana Menghilang, Banyak Makam Tumbal Korban Kerja Paksa

Cadas Pangeran menyimpan banyak kisah misteri sejak zaman Belanda. Tempat ini menjadi kuburan tumbal korban kerja paksa

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Kiki
Petugas BPBD Sumedang dan warga tengah mencari seorang lelaki dilaporkan hilang misterius di sekitar Jalan Cadas Pangerang, Sumedang 

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Yana, warga Desa Sukajaya, Sumedang Selatan, Sumedang, hilang misterius di Jalan Cadas Pangeran.

Hingga Kamis (18/11/2021), pencarian terhadap Kang Yana belum membuahkan hasil. Sebelum menghilang, Yana sempat mengirim pesan suara kepada istrinya sebanyak dua kali. Pertama berisi informasi bahwa dia akan salat Magrib dulu di dekat Cadas Pangeran dan kebetulan ada orang Sumedang yang ikut numpang.

Pesan suara kedua berisi suara rintihan Kang Yana dengan kalimat yang tidak jelas. Namun ada kata-kata yang bisa ditangkap artinya, yaitu "Aduh Gusti, ari sugan teh lain jelema jahat". 

Bicara soal Cadas Pangeran Sumedang, orang pasti akan teringat dengan patung dua orang bersalaman yang tegak di tepi jalan. Itulah patung Bupati Sumedang Koesoemadinata IX atau Pangeran Kornel dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. 

Patung itu merekam peristiwa yang berkesan mendalam bagi rakyat Sumedang ketika Daendels yang bengis memaksakan pembangunan Jalan Raya Pos atau De Grote Postweg pada 1808.

Hingga kini, peristiwa itu dikenang sebagai sebuah keberanian dan kepedulian Bupati kepada rakyatnya yang dipaksa membelah bukit dengan peralatan sangat sederhana.

Baca juga: Harta Kekayaan Mayjen TNI Maruli Menantu Luhut, Digadang-digadang Sebagai Calon Pangkostrad

Lantas, seberapa pedih penderitaan rakyat sampai Bupati berani pasang badan menantang Daendels, bahkan menyambut jabatan tangannya dengan tangan kiri sementara tangan kanan Pangeran Kornel bersiap mencabut keris Nagasasra yang terselip di pinggang?

Pembangunan Jalan Raya Pos di Cadas Pangeran ini adalah yang paling banyak menelan korban. 

Dalam laporan Inggris beberapa saat setelah pembangunan jalan selesai, seperti dikutip Pramoedya Ananta Toer, telah tewas dalam 1.000 kilometer sejak Anyer hingga Panarukan sebanyak 12.000 orang rakyat.

Situasi Cadas Pangeran
Situasi Cadas Pangeran ()

Khusus terkait Cadas Pangeran, Pramoedya Ananta Toer di dalam "Jalan Raya Pos, Jalan Daendels" (2010), menulis:

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved