Breaking News:

Bupati Indramayu dan Wakilnya Dikritik Keras oleh Mahasiswa, Dianggap Tak Bisa Memberi Bukti

Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa diwarnai saling dorong di depan gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (18/11/2021).

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Para mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Indramayu, Kamis (18/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa diwarnai saling dorong di depan gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Kamis (18/11/2021).

Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indramayu memaksa menerobos brigade pengamanan polisi untuk masuk ke dalam gedung DPRD.

Mereka menuntut agar DPRD Kabupaten Indramayu mengevaluasi kinerja Bupati Indramayu, Nina Agustina serta wakilnya Lucky Hakim serta Pemerintahan Kabupaten Indramayu.

Mahasiswa menilai, Bupati telah gagal dan tidak dapat membuktikan hasil kerjanya dalam 300 hari ia menjabat.

"Kami menanyakan beberapa progam Bupati Indramayu, sebagaimana pada saat ia mencalonkan diri sebagai bupati." ujar salah satu koordinator aksi, Riyanto kepada Tribuncirebon.com.

Hasil penelusuran mahasiswa di lapangan, 10 program unggulan Bupati Indramayu, kata dia, tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Salah satu program yang tidak jalan adalah program Dokmaru (Dokter Masuk Rumah). Selain itu angka kemiskinan di Kabupaten Indramayu masih tinggi," ucapnya.

Dalam aksi itu, mahasiswa juga membawa spanduk berupa berbagai ungkapan soal kekecewaan terhadap program-program yang dilakukan Pemkab Indramayu.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Syaefudin tampak hadir menemui mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa.

Syaefudin juga berjanji akan mengakomodasi sejumlah tuntutan dari para mahasiswa.

"Ada 10 tuntutan mereka, satu di antaranya sangat menggelitik kami untuk mengevaluasi kinerja atau sepuluh program unggulan bupati indramayu, tentunya ini akan kami akomodir dengan ketentuan yang berlaku bersama tim kerja anggota DPRD Kabupaten Indramayu." ujar dia.

Di tempat lain, diketahui juga terjadi aksi unjuk rasa lainnya di Pendopo Indramayu.

Ribuan petani datang untuk meminta Bupati Indramayu bisa berpihak kepada para petani soal lahan tebu PG Jatitujuh yang berada di perbatasan antara Indramayu dan Majalengka.

Para petani menuntut agar lahan tebu seluas 6 ribu hektare yang masuk wilayah Indramayu agar dikembalikan fungsinya sebagai kawasan perhutanan sosial untuk bercocok tanam padi dan tanaman palawija.

Baca juga: Ribuan Petani Unjuk Rasa Soal Lahan Tebu PG Jatitujuh, Sampaikan 5 Tuntutan di Pendopo Indramayu

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved