Breaking News:

BESOK Terjadi Gerhana Bulan Sebagian, Warga Bandung Tidak Disyariatkan Salat Gerhana, Ini Alasan MUI

Gerhana Bulan Sebagian (GBS) akan terjadi pada Jumat (19/11/2021), warga Kota Bandung tidak disyariatkan untuk melaksanakan salat gerhana

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
istimewa
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Prof Dr KH Miftah Faridl diberangkatkan ke Singapura untuk melakukan perawatan kesehatan. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gerhana Bulan Sebagian (GBS) akan terjadi pada Jumat (19/11/2021) bertepatan dengan 14 Rabiul Akhir 1443 H. Warga Kota Bandung tak disyariatkan untuk mendirikan salat gerhana.

Gerhana Bulan kali ini tergolong fenomena langka abad 21, karena tergolong lama.

Kaum muslimin disyariatkan untuk mendirikan salat gerhana saat terjadi fenomena alam ini. Namun untuk gerhana kali ini, ada penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung.

Dalam siaran pers Dewan Pimpinan MUI Kota Bandung yang ditandatangani Ketua Umum, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl dan Sekretaris Umum, Dr. H. Asep A. Fathurrohman, Lc., M.Ag, disebutkan bahwa warga Kota Bandung tidak disyariatkan untuk melakukan salat gerhana bulan. 

Baca juga: Gerhana Bulan Sebagian akan Terjadi 19 November 2021, Inilah Daerah yang dapat Melihat Fenomena Ini

Baca juga: Dua Hari Lagi Gerhana Bulan Sebagian, Jadi Fenomena Langka Abad 21, Ini Bacaan Niat Salat Khusuf

Berikut ini penjelasan dari MUI Kota Bandung.

A. Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan berada pada posisi garis sejajar sehingga Bulan itu akan tertutup oleh bayangan Bumi, baik sebagian maupun keseluruhan (total).

B. Setiap gerhana selalu diawali dan diakhiri oleh fenomena PENUMBRA. Secara sederhana penumbra dapat didefinisikan bayangan Bumi yang samar-samar pengaruh dari cahaya sisi kanan Matahari yang menyoroti
sisi kiri Bumi dan cahaya sisi kiri Matahari yang menyoroti sisi kanan Bumi membuat bayangannya memancar secara melebar. Pada fenomena ini Bulan masih nampak terlihat jelas hanya agak meredup.  Adapun fase permulaan PENUMBRA terjadi pada pkl. 13.00 hingga 14.18 wib. dan fase akhir PENUMBRA terjadi pada pkl. 17.47 hingga 19.05 wib. Fase akhir PENUMBRA dapat diamati di seluruh Indonesia.

Menurut pandangan Fiqh fenomena PENUMBRA ini bukan gerhana, maka tidak disyari’atkan salat sunat gerhana, dll.

C. Fenomena UMBRA. Ialah cahaya sinar bulatan Matahari yang terhalang oleh bulatan Bumi membuat bayangan Bumi yang sampai ke Bulan itu berbentuk kerucut dan menutupi piringan Bulan secara sebagian atau
keseluruhan (total).

Adapun fase permulaan UMBRA terjadi pada pkl. 14.18 hingga pkl. 17.47 wib.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved