Breaking News:

Komnas HAM Turun Gunung ke Indramayu Investigasi Kasus Pekerja Migran, Ada Apa?

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI turun gunung datang ke Indramayu untuk investigasi langsung bagaimana persoalan yang menimpa PMI

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Komnas HAM saat mendatangi Sekretariat SBMI Cabang Indramayu di Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Rabu (17/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Banyaknya kasus permasalahan yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu membuat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI turun gunung.

Mereka datang ke Indramayu untuk investigasi langsung bagaimana persoalan yang menimpa PMI itu marak terjadi dan terus berulang.

Termasuk pula soal penanganan kasus yang selama ini dilakukan.

Pada kesempatan itu, Komnas HAM salah satunya mendatangi Sekretariat SBMI Cabang Indramayu di Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, persoalan PMI ini mayoritas dialami oleh para TKW.

Baca juga: Duh, Penampungan PMI Ilegal di Cirebon Telah Memberangkatkan 11 PMI ke Singapura, Ini Kata Kapolres

Baca juga: Buruh yang Tergabung dalam FSPMI Tuntut UMK 2022 Kota dan Kabupaten Cirebon Naik 10 Persen

Mereka banyak yang terindikasi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), pemberangkatan unprosedural, hilang kontak, hingga penipuan.

"Bisa dibilang Indramayu ini menjadi perhatian serius dari Komnas HAM, karena walau di masa pandemi saja, tetap ada perekrutan untuk dikirim ke timur tengah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com seusai dikunjungi Komnas HAM di Sekretariat SBMI setempat, Rabu (17/11/2021).

Juwarih mengatakan, pada tahun 2021 ini, sedikitnya ada sekitar 30 kasus persoalan PMI yang diterima oleh SBMI Cabang Indramayu.

Pada tahun 2020 sekitar 80 kasus, tahun 2019 sekitar 75 kasus, dan tahun 2018 sekitar 50 kasus.

Masih disampaikan Juwarih, salah satu kasus yang jadi perhatian Komnas HAM pada kunjungannya tersebut salah satunya adalah kasus Rokaya (40), TKW asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu di Arbil Irak.

Ia sebelumnya viral setelah membuat video permohonan untuk dipulangkan ke Indonesia sembari menitikkan air mata dan menunjukan kondisi kesehatannya yang terus menurun.

Video berdurasi 1:49 detik itu, ia tujukan langsung kepada Presiden Joko Widodo.

"Salah satu kasus yang disoroti Komnas HAM tadi salah satunya kasus ibu Rokaya," ujar dia

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved