Breaking News:

Cakupan Vaksinasi Covid-19 Capai 40 Persen Populasi Indonesia, Masyarakat Diimbau Tetap Taat Prokes

Meski cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia terbilang baik, Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan.

shutterstocks
ilustrasi vaksin corona 

TRIBUN- Satgas Covid-19 mengatakan bahwa cakupan vaksinasi dosis kedua di tingkat nasional sudah mencapai 40 persen populasi di Indonesia.

Capaian itu juga telah melampaui target yang ditentukan oleh WHO.

Meski cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia terbilang baik, Satgas Covid-19 mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan.

"Pemerintah mengapresiasi peran serta masyarakat dalam program vaksinasi dan berkomitmen untuk terus memperluas cakupan vaksinasi dosis kedua. Sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari penularan Covid-19," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam siaran live BNPB Indonesia, Selasa (16/11/2021).

Wiku mengatakan, bagi masyarakat yang belum menerima vaksinasi dosis kedua dapat segera mengaksesnya

"Dan bagi mereka yang sudah agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam segala aktivitas," kata Wiku.

Selain soal proteksi dengan vaksinasi, Satgas pun mengimbau masyarakat waspada dan taat protokol kesehatan agar tak terjadi lonjakan kasus Covid-19 pada periode liburan.

Mengingat pada periode liburan kasus Covid-19 cenderung meningkat.

Bahkan saat ini pun kasus Covid-19 di Indonesia masih mengalami kenaikan dan perlu diwaspadai.

Wiku mengatakan, tahun lalu setidaknya ada 8 negara pada bulan Oktober-November, tahun ini terdapat 9 negara yang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

9 negara tersebut adalah Hungaria Inggris Singapura Ukraina Jerman Rusia Italia Finlandia dan Australia.

"Meskipun Covid-19 di Indonesia terus Mengalami penurunan, adanya lonjakan kasus di beberapa negara yang terus bertambah saat ini harus menjadi perhatian agar kita tidak lengah," kata Wiku.

Wiku mengatakan, Negara-negara yang sebelumnya tidak pernah mengalami lonjakan kasus selama pandemi yaitu Australia, Singapura dan Jepang.

"Untuk itu penting bagi kita untuk terus menerapkan prinsip kehati-hatian agar kita tidak ikut mengalami lonjakan kasus kembali seperti negara-negara yang saya sebutkan," kata Wiku.

Menurut Wiku, sedikit saja perkembangan ke arah yang tidak diinginkan perlu diwaspadai dan segera diantisipasi agar segera dilakukan langkah perbaikan.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved