Breaking News:

Sebelum Dibunuh Mengenaskan Tukang Cilok di Indramayu Tunjukan Gelagat Aneh, Lakukan Ini Pada Ibunya

Taryana mengatakan, sebelum pembunuhan sadis terhadap anaknya kejadian mengerikan itu terjadi, Hendra sempat bersikap aneh.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Dok /Polsek Losarang
Penemuan mayat laki-laki tanpa busana di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (27/7/2021 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Taryana (51), mengungkap gelagat aneh anaknya, Hendra Jaya Kusuma (27) yang diduga menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Indramayu.

Hendra sendiri merupakan seorang pedagang cilok keliling, warga Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Taryana mengatakan, sebelum kejadian mengerikan itu terjadi, Hendra sempat bersikap aneh.

Saat itu, ia menangis seharian tanpa berhenti.

"Nangis dia itu seharian, gak kaya biasanya," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di kediamannya, Selasa (16/11/2021).

Penemuan mayat laki-laki tanpa busana di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (27/7/2021
Penemuan mayat laki-laki tanpa busana di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Selasa (27/7/2021 (Dok /Polsek Losarang)

Taryana menceritakan saat itu, Hendra juga berulang kali meminta maaf kepadanya, termasuk kepada ibunya.

Hendra meminta agar semua kesalahannya selama hidup bisa diampuni oleh kedua orang tuanya, Hendra bahkan sampai menciumi kaki kedua orang tuanya.

Taryana yang merasa curiga dengan sikap Hendra pun sempat menanyakan kondisi dari anaknya tersebut.

Hanya saja, Hendra tidak memberi tahu permasalahan yang ia hadapi, Hendra hanya berujar bahwa dirinya ingin sekali meminta maaf kepada kedua orang tuanya.

Baca juga: 100 Hari Kematian Tukang Cilok di Indramayu Masih Jadi Misteri, Mati dengan Kondisi Mengerikan

"Awalnya saya mengira dia ada masalah sama istrinya, tapi ternyata bukan, tidak tahu kenapa pastinya, almarhum cuma bilang pengen minta dimaafin kesalahan-kesalahannya selama ini, barang kali suka tidak nurut sama orang tua, dan lain-lain," ucapnya.

Pasca-kejadian itu, sikap Hendra langsung berubah drastis, ia seperti orang yang depresi dan sering marah-marah tidak karuan.

"Habis kejadian nangis seharian itu, almarhum langsung depresi, setengah bulan kemudiannya jadi seperti itu (tewas)," ujarnya.

Dalam hal ini, keluarga sangat berharap, kasus dugaan pembunuhan Hendra bisa segera diungkap polisi.

Sudah 112 hari sampai saat ini kasus tersebut masih misteri sejak jenazah Hendra tanpa busana ditemukan dengan warga dengan kepala pecah, kaki kanan patah, dan muka hancur di areal pesawahan di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu pada 27 Juli 2021.

Baca juga: Tukang Cilok Hanya Pegang Uang Rp 500 Ribu Saat Istri Lahirkan Bayi Kembar Tiga, Inilah Nama-namanya

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved