Breaking News:

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Sebut Sebut Kualitas Lingkungan di Jabar Sudah Membaik

Gubernur Jabar Ridwan Kamil berkomitmen untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Jabar.

Biro Adpim Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat membuka acara Tentang Ahmad Djuhara Pameran dan Talkshow di Ruang Kreatif Ahmad Djuhara, Kota Cirebon, Selasa (12/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil berkomitmen untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Jabar.

Ridwan Kamil mengatakan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) di Jabar dalam dua tahun terus menunjukan grafik perbaikan.

Pada 2019, IKLH Jabar mencapai 51,64 yang berarti masih dalam kategori kurang baik. Lewat sejumlah inovasi, pada 2020 IKLH Jabar menunjukan perbaikan ke angka 61,59.

“Tahun lalu naik 10 poin ke angka 61,59 menjadi cukup baik. Kami berharap tahun 2021 bisa naik, menjadi kualitas lingkungan hidup yang lebih baik seterusnya, karena kami memiliki komitmen dan inovasi lingkungan,” katanya di Bandung, Selasa (16/11/2021).

Salah satu upaya memperbaiki kualitas lingkungan ditunjukan lewat pengetatan perizinan pembangunan di Kawasan Bandung Utara (KBU) sesuai Perda no 2/2016.

Melalui Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD), pihaknya melakukan pengendalian terhadap pemanfaatan ruang di KBU dari mulai perencanaan, pemanfaatan hingga pengawasan. 

“Sejak Agustus 2021 TKPRD sudah tidak mengeluarkan rekomendasi baru, semua dipending/tolak,” katanya.

Ia menyebut dalam setahun terakhir, menunjukan capaian dan upaya yang signifikan untuk membenahi sejumlah aspek perbaikan lingkungan. Mulai dari penurunan tingkat pencemaran di Sungai Citarum dari status cemar berat menjadi cemar ringan pada 2021.

“Salah satu yang kami banggakan. Setelah sebelumnya Citarum dikenal dunia sebagai The Dirtiest River in the World, sungai terkotor di dunia kini statusnya dari cemar berat tahun ini menjadi cemar ringan, berkat strategi pentahelic ABCGM, akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media, kita keroyok sama-sama,” tuturnya.

Lahan Kritis

Pihaknya juga berhadapan dengan isu lahan kritis. Lewat upaya reforestasi pihaknya menargetkan bisa menanam 50 juta pohon dalam lima tahun. Dia klaim dalam tiga tahun sudah bisa menanam pohon sebanyak 40,6 juta pohon atau 80 persen dari target. 

Program ini diakselerasi menggunakan kampanye digital dimana warga Jabar yang ingin menyumbang pohon bisa mendaftar ke situs Simantri Bibit dan kesadaran warga menanam sendiri.

“Disitu Simantri Bibit bisa membeli bibit dan tinggal membayar secara digital. Nanti tim dari kami menanam dan melaporkan pohon itu ditanam di mana. Kalau menanam sendiri bisa melaporkan di aplikasi E-tanam,” tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved