Breaking News:

Sungai Citanduy Meluap, Dua Kampung di Tanjungsari Kabupaten Tasikmalaya Kembali Terendam

Banjir yang melanda dua kampung tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Citanduy dan Cikidang yang mengapit kedua kampung itu.

Editor: Machmud Mubarok
(tribun jabar/firman suryaman)
Anak-anak bermain air banjir di Kampung Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (15/11) 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Warga Kampung Hegarsari dan Bojongsoban, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, kembali dilanda banjir, Senin (15/11) dini hari.

Banjir yang melanda dua kampung tersebut terjadi akibat meluapnya Sungai Citanduy dan Cikidang yang mengapit kedua kampung itu.

Banjir yang terjadi pun merupakan banjir isi ulang, karena setiap hujan deras turun semalaman dipastikan terjadi banjir.

Pemantauan //tribunjabar// di lokasi, Senin (15/11) siang, banjir yang menggenangi permukiman di Kampung Bojongsoban sudah mulai surut.

Baca juga: Kapolda Jabar Buka Suara Terkait Kasus Subang yang Belum Terungkap: Tetapkan Tersangka Itu Hati-hati

Baca juga: Ribuan Petani Tebu Lahan PG Jatitujuh Datangi Pendopo Indramayu, Ada Apa?

"Tadi subuh sempat sampai lutut. Tapi sekarang tinggal sebetis anak balita," kata Wawan (40), warga Bojongsoban.

Luapan air di Kampung Hegarsari pun sudah surut. Di sini luapan air hangat hanya melanda jalan kecamatan beraspal hotmix.

Banjir yang terjadi si Bojongsoban membuat rumah bilik milik Nenek Cocoh (73) ambruk. Pasalnya tiang-tiang bahian bawah sudah lapuk akibat sering terendam.

"Banjirnya selutut dan rumah nenek ambruk. Sekarang sedang diperbaiki tetangga," kata Nenek Cocoh sambil menunjukkan rumahnya yang rusak.

Wawan mengungkapkan, banjir kali ini tergolong kecil. Karena biasanya sampai merendam ratusan rumah di empat kampung.

"Kalau banjir besar merendam sekitar 400 rumah. Terutama di Bojongsoban karena tanahnya paling rendah," ujar Wawan.

Daerah Rawan Banjir

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memperkirakan kondisi cuaca ekstrim dampak dari La Nina di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Bandung Raya masih akan berlanjut setidaknya hingga dua hari kedepan atau 9 November 2021.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, dampak La Nina mulai dirasakan pada bulan November dan puncaknya akan terjadi pada periode Desember 2021 hingga Maret 2022. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved