Breaking News:

Cashuri Petani asal Indramayu Ini Sukses Bawa Mangga Indramayu hingga Singapura dan India

Ia berhasil memperkenalkan mangga khas Kabupaten Indramayu ke berbagai wilayah di Indonesia, hingga ekspor ke Singapura dan India.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Cashuri (42) saat menunjukan buah mangga hasil panennya di Indramayu Manggo Farm (IMF) di Desa Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Buah mangga menjadi ikonik dari Kabupaten Indramayu, rasa buah mangga yang ditanam di daerah Pantura Jabar tersebut pun tidak diragukan lagi kualitasnya.

Petani yang sukses membudidayakan buah mangga, salah satunya adalah Cashuri (42).

Ia berhasil memperkenalkan mangga khas Kabupaten Indramayu ke berbagai wilayah di Indonesia, hingga ekspor ke Singapura dan India.

Dalam satu tahunnya, Cashuri bahkan bisa meraup omzet hingga Rp 1,5 miliar hanya dari berkebun mangga.

Cashuri (42) saat menunjukan buah mangga hasil panennya di Indramayu Manggo Farm (IMF) di Desa Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/11/2021).
Cashuri (42) saat menunjukan buah mangga hasil panennya di Indramayu Manggo Farm (IMF) di Desa Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/11/2021). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Setahun omzet bisa Rp 1,5 miliar, belum dipotong biaya operasional," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat tengah mengelola kebun di Indramayu Manggo Farm (IMF) di Desa Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Minggu (14/11/2021).

Cashuri mengatakan, kebun mangga yang dikelolanya itu ada sebanyak 1.400 pohon, pohon-pohon itu berdiri di lahan seluas 12 hektare.

Dalam satu tahunnya, Cashuri bisa memanen mangga hingga 70 ton untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Ada beragam mangga yang ditanam di IMF, mayoritas adalah mangga gedong gincu, mangga harum manis, dan mangga cengkir.

Cashuri menceritakan, sejak lulus kuliah di  Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1998 lalu, ia langsung terjun untuk mengelola kebun di IMF.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved