Breaking News:

Polisi Beberkan Latar Belakang Oknum Satpam Kejari Kuningan yang Terlibat Narkoba Berhasil Diringkus

Kasus penangkapan oknum Satpam Kejari Kuningan yang dilakukan petugas Sat Res Narkoba Polres Kuningan, ternyata melibatkan warga lain di Kuningan.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: dedy herdiana
Tribunnews
Ilustrasi Satpam 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Kasus penangkapan oknum Satpam Kejari Kuningan yang dilakukan petugas Sat Res Narkoba Polres Kuningan, ternyata melibatkan warga lain di Kuningan.

Menurut Kasat Narkoba Polres Kuningan, AKP Otong Jubaedi, mengatakan, kasus penangkapan dilakukan terhadap oknum Satpam berinisial NN (34), lantaran sebelumnya dilakukan penanganan terhadap UM (42) Warga Cijoho, Kuningan, Jawa Barat.

"Awalnya kita menangkap UM dirumahnya. Dari tangan UM didapat barang bukti berupa 5 paket narkoba jenis sabu-sabu dan 12 strip obat-obatan terlarang," kata Otong saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021).

Saat itu juga, UM kepada Polisi mengaku jika barang haram tersebut didapat dari rekannya yakni NN, oknum satpam Kejaksaan Negeri Kuningan.

"Mendapat informasi itu kata Otong, anggota Satnarkoba Polres Kuningan langsung menangkap NN di rumahnya yang juga berada di Cijoho, Kuningan," katanya.

Baca juga: Oknum Satpam Kejari Kuningan Ngaku Jual Barang Bukti Sabu-sabu, Ini Kata Kajari Kuningan

Pengakuan oknum Satpam Kejari Kuningan saat usai di tangkap Petugas Sat Res Narkoba Polres Kuningan, menyebut bahwa Narkoba jenis Sabu yang di jual dari hasil barang bukti itu mendapat tanggapan dari Kepala Kejaksaan Negeri Kuningan, L Tedjo Sunarno saat dihubungi ponselnya, Sabtu (13/11/2021) siang.

Kajari Kuningan, L Tedjo Sunarno mengatakan, bahwa tindakan yang dilakukan pengakuan oknum Satpam Kajari Kuningan itu tidak bisa di kembangkan di lingkungan Kantor Kejari.

"Ya itu hanya pengakuan, tidak bisa dikembangkan bahwa di lingkungan kerja kita di tuduhkan demikian. Toh, di lembaga Kejari sendiri memiliki pengawasan dan menurut saya, itu hanya pengakuan pribadi oknum saja. Sebab dia kerja hanya di depan pos keamanan, sedang untuk pemusnahan barang bukti dan lain sebaginya ada petugasnya," ujarnya.

Untuk petugas saat melakukan pemusnahan barang bukti, kata L Tedjo Sunarno mengaku sudah sesuai dengan standar operasional prosedur. "Kita tugaskan petugas di Kejari sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur). Jadi, mana mungkin Satpam terlibat dalam penugasan tertentu hingga barang bukti kami hilang," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved