Breaking News:

Industrialisasi di Majalengka, Rektor Unma: Industri Kecil Kunci Kemajuan Ekonomi 

Puluhan pabrik besar yang telah beroperasi menjadi bukti Majalengka akan menjadi pusat industri baru di Jawa Barat.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Kertajati Industrial Estate Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Industrialisasi di Kabupaten Majalengka bukan lagi isapan jempol. 

Puluhan pabrik besar yang telah beroperasi menjadi bukti Majalengka akan menjadi pusat industri baru di Jawa Barat.

Pemerintah kabupaten Majalengka melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Majalengka bahkan telah membuat grand desain kawasan industri melalui penetapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Baca juga: Siapkan Surat-surat Kendaraan Anda, Polres Majalengka Bakal Gelar Operasi Zebra Lodaya 2021, Kapan?

Baca juga: Penegakan Disiplin PPKM, Satpol PP Jabar: Masih Ada Catatan Penerapan PPKM di Majalengka

Menjamurnya industri yang sebagian besar pabrik padat karya diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat.

Selain tenaga kerja, multiplayer effect seperti usaha kecil mikro dan menengah ( UMKM), perdagangan dan rumah kos juga dapat tumbuh subur menjadi mata pencaharian masyarakat Majalengka.

Akademisi dalam bidang perindustrian yang juga Rektor Universitas Majalengka, Prof Sutarman menyebut, ada alasan kuat Majalengka dipilih sebagai daerah relokasi industri padat karya adalah pertama, upah minimum yang rendah.

Kedua, rencana strategis Nasional untuk pemerataan pembangunan infrastruktur.

Untuk menyambut itu, sambung dia, pemerintah membuat regulasi yang berkenaan dengan iklim bisnis yang nyaman seperti adanya tata ruang yang jelas.

"Wacana relokasi industri khususnya wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang memang sebagian besarnya adalah industri tekstil cocok direlokasi ke wilayah utara Jawa Barat seperti Majalengka ini," ujar Sutarman, Sabtu (13/11/2021).

Daya dukung pertumbuhan ekonomi, jelas dia, membuat pemerintah daerah wajib merancang dan mengendalikan industri kecil.

Sebab, industri kecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, pemerataan yang tinggi, membuat pertumbuhan ekonomi dengan cepat dan tahan terhadap pelbagai gejolak ekonomi.

"Itulah sebetulnya tugas yang paling besar, dominan dan berat bagi pemerintah daerah. Langkahnya, pemerintah harus memberikan insentif berupa saran dan prasarana," ucapnya.

Dia juga mengatakan, industri kecil dapat dengan cepat memulihkan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Sebab, industri kecil sangat menyentuh sendi kehidupan masyarakat.

"Kalau dilihat dari perspektif industri, untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi ini industri kecil sangat tahan segala macam wabah ekonomi," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved