Breaking News:

Jadi Kawasan Konservasi, Kecamatan Argapura Majalengka Tak Cocok Didirikan Proyek Bangunan

Selain daerah konservasi, Fajar menyebut daerah dengan memiliki karakter daerah dataran tinggi, peruntukannya juga sebagai daerah produksi hortikultur

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Terasering Panyaweuyan berada di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, yang merupakan kawasan konservasi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Kecamatan Argapura menjadi salah satu daerah di Majalengka yang masuk ke dalam kawasan konservasi.

Sebab, di daerah tersebut banyak lahan pertanian berkelanjutan yang menjadi lumbung mata pencaharian masyarakat sekitar.

Namun pada kenyataannya, berbagai pembangunan sedang marak dilakukan saat ini di kawasan-kawasan tersebut.

Hal itu akhirnya menjadi sorotan dari lembaga legislatif, DPRD Majalengka.

Baca juga: Sudah Sebulan Dibuka, Objek Wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka Masih Sepi Pengunjung

Baca juga: Pascabuka 2 Pekan Lalu, Wisata Terasering Panyaweuyan Majalengka Masih Sepi Pengunjung, Kenapa Ya?

Wakil Ketua Komisi II DPRD Majalengka, Fajar Shidik mengatakan, salah satu daerah yang termasuk sebagai lahan pertanian berkelanjutan di Majalengka bagian selatan, yakni Kecamatan Argapura.

Ditegaskan dia, di daerah itu, Argapura dinyatakan sebagai kawasan konservasi.

"Argapura clear sebagai kawasan konservasi. Tapi sekarang ada berdiri proyek-proyek bangunan," ujar Fajar kepada Tribun di kantornya, Kamis (11/11/2021).

Selain daerah konservasi, Fajar menyebut daerah dengan memiliki karakter daerah dataran tinggi, peruntukannya juga sebagai daerah produksi hortikultura.

Hortikultura sendiri merupakan budidaya tanaman kebun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved