Breaking News:

DPRD Majalengka Duga Ada Kegagalan Perencanaan dalam Ambruknya Proyek Gerai di Panyaweuyan 

DPRD Majalengka kembali memanggil dinas dalam hal ini Disparbud dan PUTR terkait ambruknya bangunan proyek gerai di kawasan Panyaweuyan

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana (tengah) didampingi anggota DPRD Komisi 3, Dasim Raden Pamungkas (kiri) dan anggota DPRD Komisi 2, Fajar Shidik (kanan) di Gedung DPRD Majalengka, Rabu (10/11/2021). 

"Termasuk studi kelayakan, Survei Investasi Desaign (SID) dari informasi yang kami peroleh tidak ada di Detail Engineering Desaign (DED) termasuk dokumen DED belum kami terima," ucapnya.

Terkait kelayakan tanah yang menjadi penopang gerai tersebut, pihaknya akan mendalami.

Termasuk adanya keteledoran para konsultan dalam membuat gerai penunjang wisata Panyaweuyan Majalengka tersebut.

"Uji kelayakan tanah juga masih akan kita dalami. Belum menyimpulkan mana yang teledor karena ini bukan pertemuan terakhir, masih ada pertemuan lain," jelas dia.

Seperti diketahui, sebuah bangunan gerai di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka ambruk.

Belum diketahui penyebab ambruknya jembatan senilai Rp 4 miliar lebih tersebut.

Gerai yang masih dalam tahap pengerjaan dan berlokasi di jalur menuju objek wisata Panyaweuyan di Desa Sukasari Kaler, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka itu dikerjakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka.

Rencananya, gerai tersebut akan menjadi penunjang objek wisata di kawasan tersebut untuk para pengunjung.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, Iding Solehudin mengatakan, bahwa proyek tersebut diproyeksikan menghabiskan anggaran Rp 4,1 miliar.

Namun, menurut Kadis, anggaran yang telah dikeluarkan baru sekitar 30 persennya. 

Sementara, pengerjaan baru sekitar 60 persen.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved