Breaking News:

DPRD Majalengka Duga Ada Kegagalan Perencanaan dalam Ambruknya Proyek Gerai di Panyaweuyan 

DPRD Majalengka kembali memanggil dinas dalam hal ini Disparbud dan PUTR terkait ambruknya bangunan proyek gerai di kawasan Panyaweuyan

Penulis: Eki Yulianto | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana (tengah) didampingi anggota DPRD Komisi 3, Dasim Raden Pamungkas (kiri) dan anggota DPRD Komisi 2, Fajar Shidik (kanan) di Gedung DPRD Majalengka, Rabu (10/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka kembali memanggil dinas dalam hal ini Disparbud dan PUTR terkait ambruknya bangunan proyek gerai di kawasan Panyaweuyan Argapura Majalengka, Rabu (10/11/2021).

Dalam pertemuan kali ini, kedua dinas dan konsultan pengawas hadir.

Namun, di DPRD Majalengka itu tak terlihat konsultan perencanaan.

Padahal, baik konsultan perencanaan maupun pengawas menjadi penanggung jawab atas apa yang telah terjadi di lapangan.

Baca juga: Proyek Gerai di Panyaweuyan Majalengka Senilai Rp 4,1 Miliar Ambruk, DPRD Cecar Disparbud dan PUTR

Potret ambruknya gerai yang hendak dibangun untuk menunjang objek wisata Panyaweuyan di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka
Potret ambruknya gerai yang hendak dibangun untuk menunjang objek wisata Panyaweuyan di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka (Tribuncirebon.com/Eki Yulianto)

Wakil Ketua DPRD Majalengka, Asep Eka Mulyana yang memimpin rapat kali ini mengatakan, pihaknya telah menyimpulkan sementara bahwa proyek tersebut telah gagal dalam perencanaan.

Pasalnya, sampai saat ini dewan belum menerima dokumen terkait kegiatan, termasuk hasil kajiannya.

"Oleh karena itu, langkah selanjutnya meminta kelengkapan dokumen karena kesimpulan sementara kami patut diduga ada kegagalan perencanaan sehingga untuk memastikannya kami minta dokumen dan akan mengaudit independen soal ini sehingga bisa lebih mendapat kepastian apa yang sebenarnya terjadi," ujar Asep selepas kegiatan, Rabu (10/11/2021).

Selain belum mendapatkan dokumen terkait kegiatan, Eka menyampaikan, dugaan kegagalan perencanaan juga berangkat dari sisi pembiayaan.

Selain itu, ada juga sifat teknis yang ternyata tidak ada dalam tahapan perencanaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved