Breaking News:

UMK Majalengka 2022 Naik atau Turun? Ini Penjelasan Dinas Tenaga Kerja

Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Majalengka tahun 2022 masih dalam pembahasan.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
rapat pleno yang diselenggarakan oleh Dewan Pengupahan di salah satu rumah makan di Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Kamis (12/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Majalengka tahun 2022 masih dalam pembahasan.

Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM) Kabupaten Majalengka pun belum bisa memastikan apakah UMK di wilayah tersebut akan naik atau tidak pada tahun depan.

Kabid Hubungan Industrial Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker KUKM) Majalengka, Kusnandar mengatakan sampai saat ini pembahasan terkait UMK baru tingkat provinsi dalam rapat lokakarya.

Nanti setelah itu, pihaknya akan menggelar rapat pleno sebelum mengajukan besaran UMK di tahun 2022.

"Rapat terkait pembahasan UMK tingkat kabupaten belum dilaksanakan. Belum lama ini, proses pembahasan baru digelar dengan rapat lokakarya tingkat provinsi," ujar Kusnandar saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Buruh Kabupaten Cirebon Ingin Kenaikan UMK 2022 Berdasarkan KHL, Bupati: Banyak yang Perlu Ditinjau

Baca juga: Kalau UMK 2022 Tak Naik 15 Persen, Buruh di Indramayu Mau Lakukan Aksi Demo Besar-besaran Lho

Kusnandar menjelaskan, untuk setiap daerah diberi kesempatan mengajukan besaran UMK di tahun mendatang.

Paling lambat, jelas dia, sebelum tanggal 25 November 2021 ini.

"Nanti kita akan bahas, kalau pengajuan untuk semua daerah wajib sebelum tanggal 25 November 2021 ini. Untuk mewujudkan hal itu, kita akan mengadakan pleno dalam waktu dekat," ucapnya.

Jika tidak mengajukan, sambung dia, besaran UMK 2022 dipastikan akan sama dengan tahun ini yang sedang berjalan.

Oleh karena itu, pihaknya akan menggelar rapat pleno terlebih dahulu untuk nominal UMK yang akan diajukan.

"Sebab, jika melebihi batas yang telah ditentukan, UMK pada 2022 otomatis akan sama dengan tahun ini. Jadi, sebelum tanggal 25 kita harus mengajukan untuk disahkan oleh Gubernur," jelas dia.

Disinggung apakah ada indikasi naik pada UMK 2022 mendatang, Kusnandar menyebut, kemungkinan hal itu ada.

Tetapi, kisarannya belum bisa ditentukan sekarang, karena angkanya belum muncul dari Badan Pusat Statistika (BPS).

"Nah sebelum rapat pleno, kami juga rencananya akan mengundang Dewan Pengupahan, Apindo, ada juga dari serikat pekerja. Untuk nantinya menentukan angka yang diajukan ke provinsi terkait UMK 2022," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved