Breaking News:

Pemerintah Daerah Gerak Cepat Tangani Banjir Rob di Eretan, BPBD Indramayu Bilang Begini

Banjir rob tersebut diketahui melanda 3 desa sekaligus, meliputi Desa Eretan Wetan, Desa Eretan Kulon, dan Desa Kertawinangun di Kecamatan Kandanghaur

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Caya, Selasa (9/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Langkah cepat dilakukan pemerintah daerah menyikapi bencana banjir rob yang terjadi di pesisir Kabupaten Indramayu.

Banjir rob tersebut diketahui melanda 3 desa sekaligus, meliputi Desa Eretan Wetan, Desa Eretan Kulon, dan Desa Kertawinangun di Kecamatan Kandanghaur.

Sedikitnya, ada sebanyak 1.005 rumah, 1.015 KK, dan 2.062 jiwa yang terdampak.

Plt Sekretaris BPBD Kabupaten Indramayu, Caya mengatakan, perbaikan breakwater langsung dilakukan di Desa Eretan Kulon dan akan berlanjut sampai ke Desa Eretan Wetan.

"Kalau panjang breakwater yang rusak itu ada sekitar 100 meter," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat Apel Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Alun-alun Indramayu, Selasa (9/11/2021).

Baca juga: Warga di Pesisir Indramayu Bisa Bernapas Lega, Banjir Rob Tak Naik Lagi Hari Ini

Baca juga: Banjir Rob Kembali Landa Pesisir Indramayu, Ribuan Rumah Warga Terendam Banjir, Ketinggiannya Segini

Masih disampaikan Caya, penanganan lainnya, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Jabar agar di lokasi setempat bisa ditanami mangrove.

Mengingat, fungsi dari mangrove sendiri bisa menangkal abrasi dan gelombang tinggi.

Hal ini agar kerusakan yang terjadi pada breakwater tidak pasif dan ombak bisa teredam sehingga tidak sampai ke pemukiman warga.

Selain di wilayah setempat, BPBD Kabupaten Indramayu juga mengusulkan perbaikan breakwater di sejumlah titik lainnya.

Caya mengatakan, Kabupaten Indramayu memiliki garis pantai sepanjang 147 kilometer, breakwater di beberapa titik di antaranya sudah kritis.

Oleh karena itu, pihaknya juga sudah mengusulkan perbaikan breakwater ke DPR RI.

Ada tiga titik yang rencananya akan dilakukan perbaikan dalam waktu dekat, yakni di Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng, Desa Eretan Kecamatan Kandanghaur, dan Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra.

"Perbaikan insya Allah direalisasikan tahun 2022, usulannya sudah masuk tahun ini," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved