Breaking News:

Cerita Bos Kapal di Karangsong Indramayu, Rugi Rp 5 Miliar, Terpaksa Berhutang Demi Tetap Cari Ikan

Para juragan alias bos kapal di Pelabuhan Karangsong Indramayu mengalami kerugian besar dampak pandemi Covid-19.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Juragan kapal asal Karangsong Indramayu, Darto, Senin (8/11/2021) 

Lanjut Darto, biaya operasional itu seperti BBM, dan kebutuhan para nelayan selama mencari ikan.

Kondisi tersebut semakin parah karena pandemi Covid-19, pemasaran ikan ke berbagai daerah termasuk ekspor ke luar negeri terhambat hingga membuat harga ikan anjlok.

Darto menceritakan, dirinya bahkan sampai membawa pulang kembali ikan karena jika dijual kerugian yang didapat bakal lebih besar lagi.

Di sisi lain, para juragan kapal juga diberatkan dengan naiknya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pajak Penghasilan, hingga retribusi ke daerah.

Jika di diakumulasikan, kata Darto, untuk pajak saja, ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 200 juta untuk satu kapal.

Hal ini pula yang membuat banyak juragan kapal di Karangsong Indramayu menjual kapal mereka.

Kapal itu dijual ratusan juta hingga miliaran rupiah tergantung besaran gross tonnage (GT) kapal.

"Kalau dihitung pendapatan saya turun drastis 40 persen," ujar dia.

Tak Bisa Menutupi Biaya

Para jurangan kapal di Pelabuhan Karangsong Kabupaten Indramayu terancam bangkrut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved