Cakupan Vaksinasi di Majalengka Sudah Capai 55 Persen, Status Belum Bisa Pindah ke PPKM Level 2
meski cakupan vaksinasi secara umum sudah melewati 50 persen, untuk kalangan lansia masih berada di kisaran 36 persen.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Majalengka sudah mencapai 55 persen dari target sasaran.
Namun, kemungkinan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Majalengka belum bisa naik menjadi Level 2.
Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Harizal F Harahapa mengatakan, meski cakupan vaksinasi secara umum sudah melewati 50 persen, untuk kalangan lansia masih berada di kisaran 36 persen.
Ia menyebut, untuk bisa masuk PPKM Level 2, cakupan vaksinasi untuk lansia minimal 40 persen untuk dosis pertama.
Baca juga: Tempat Hiburan Malam di Majalengka Boleh Dibuka Padahal PPKM Level 3 dan Kasus Covid-19 Masih Tambah
"Saat ini kita masih level 3, untuk masuk level 2 itu kan minimal total vaksinasi haru di atas 50 persen, kita sudah."
"Cuma lansia kita kan minimal harus 40 persen kita masih di angka 36 persen, jadi kita masih di level 3 untuk minggu ini mudah-mudahan minggu depan dan kita optimis Minggu depan Insha Allah tercapai level 2 dengan vaksinasi lansia kita bisa capai minimal 40 persen," ujar Harizal kepada media, Senin (8/11/2021).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Majalengka per 8 November, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama secara umum telah mencapai 55,72 persen atau 584.027 orang dari total sasaran 1.047.932 orang.
Sementara untuk dosis kedua mencapai 22,92 persen atau 240.167 orang.
Khusus untuk kalangan lansia, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Majalengka mencapai 37,37 persen atau 47.327 orang dari total sasaran 126.633 orang.
Baca juga: PPKM Level 3, Kecamatan Kadipaten Jadi Daerah Kasus Pasien Aktif Covid-19 Tertinggi di Majalengka
Sementara dosis kedua mencapai 10,08 persen atau 12.768 orang.
Harizal mengatakan, pihaknya akan terus berupaya melakukan percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Diharapkan, dengan adanya percepatan vaksinasi, cakupan kepada lansia juga bisa terdongkrak.
"Karena Lansia itu gampang-gampang susah untuk vaksinasi. Upaya kita menggunakan vaksinasi keluarga di mana kita dalam hal ini kerjasama dengan BKKBN dalam hal ini DP3AKB dari program-programnya kita yang melaksanakan vaksinasi salah satunya ke lansia," ucapnya.
Ia menjelaskan, di beberapa wilayah, vaksinasi kepada lansia sudah dilakukan dengan cara mendatangi rumah warga.
Namun, hal itu belum dilakukan secara merata.
"Semoga dari RT dan RW-nya juga aktif untuk mengajak para lansia vaksin. Soalnya kalau RT RW-nya acuh tak acuh mengajak para lansia di lingkungannya untuk divaksin ya lama juga," jelas dia. (*)