Breaking News:

Baru Sebulan Dilantik Kades di Purwakarta Terancam Dipenjarakan Gara-gara Ijazah Palsu

nomor induk yang keluar dari ijazah yang diduga palsu yang digunakan Kades Sukajaya Nirwan Hermawan merupakan nomor induk atas nama orang lain

Editor: Mumu Mujahidin
ist
Ilustrasi - Borgol 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TIBUNCOREBON.COM, PURWAKARTA - Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta berinisial NH dilaporkan atas kasus dugaan ijazah palsu untuk mendaftar jadi Calon Kepala Desa pada Pil kades serentak di Purwakarta pada Oktober lalu.

Diketahui, kini Satreskrim Polres Purwakarta tengah menangani kasus tersebut, diberitakan sebelumnya, Polres Purwakarta usut kasus dugaan ijazah palsu seorang Kades yang baru sebulan dilantik.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Purwakarta AKP Arief Bastomy mengatakan, kasus tersebut kini masih dalam proses lidik.

Ketika dimintai keterangan lebih lanjut Kasatreskrim Polres Purwakarta mengatakan, kini pihaknya sedang mengumpulkan dokumen terkait.

Ilustrasi - Borgol
Ilustrasi - Borgol (ist)

"Nanti ya bang, kami mintai dulu keterangan pihak-pihak terkait dan kumpulkan dokumen terkait pelaporan tersebut," ujar AKP Arief ketika dikonfirmasi Tribun melalui pesan tertulis, Sabtu (6/11/2021).

Sementara untuk ancaman hukuman bagi terlapor, melansir Pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ayat 1 berbunyi, barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

Sementara bunyi ayat 2, pelaku diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian, dalam pasal di atas jelas bahwa setiap orang yang melakukan pemalsuan dokumen yang dapat menimbulkan manipulasi dokumen dan seolah-seolah dokumen itu benar asli maka tentu akan di hukum paling lama enam tahun, sehingga itu bisa di katakan tidak pidana seperti yang di sebut pada 263 KUHP.

Baca juga: Oknum Kades di Cianjur Diduga Kabur Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa

Nomor Induk Atas Nama Orang Lain

Menyambung persoalan kasus dugaan ijazah palsu Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta yang kini tengah ditangani Polres Purwakarta, ini kata dinas pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto mengatakan, setiap siswa yang terdaftar sebagai warga belajar kelompok belajar masyarakat (KBM) sudah pasti tedaftar.

"Setiap siswa yang terdaftar sebagai warga belajar paket baik paket A, B maupun paket C  itu pasti pada tahap akhir mengikuti ujian dan pasti terdaftar di daftar nominatif tetap peserta ujian," ujar Purwanto melalui pesan tertulisnya, Sabtu (6/11/2021).

Dijelaskannya, data siswa yang terdaftar tersebut tercantum di Dinas Kabupaten/kota maupun Provinsi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved