Breaking News:

Luhut Akhirnya Buka Suara Setelah Dituding Raup Untung Bisnis PCR: Saya Tak Pernah Ambil Keuntungan

Setelah diterpa isu tak sedap soal keterkaitan bisnis PCR, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, akhirnya buka suara. 

Kompas.com
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan 

TRIBUNCIREBON.COM- Setelah diterpa isu tak sedap soal keterkaitan bisnis PCR, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, akhirnya buka suara. 

Sebelumnya Luhut disebut-sebut meraup keuntungan besar bisnis dari penyediaan alat tes Covid-19, seperti polymerase chain reaction (PCR) dan antigen.

Keuntungan yang Luhut dapatkan berasal dari hasil investasi sahamnya di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI). Bisnis utama dari PT GSI memang menyediakan tes PCR dan swab antigen.

Sebagai pemain besar, PT GSI bahkan bisa melakukan tes PCR sebanyak 5.000 tes per hari.  Laboratorium berkapasitas besar milik PT GSI didirikan tak lama setelah pandemi Covid-19 merebak di tahun 2020.

Sejumlah pengusaha besar patungan untuk membuat PT GSI.

PT GSI

Nama pejabat Istana lain yang namanya dikaitkan dalam kepemilikan saham di PT GSI adalah Menteri BUMN Erick Thohir.

Di mana ada Yayasan Adaro yang ikut menjadi pemegang saham. Adaro adalah raksasa tambang batubara milik Garibaldi Thohir yang tak lain merupakan kakak Erick Thohir. 

 Selain Toba Sejahtera dan Adaro, pemegang saham lainnya adalah Grup Indika milik Arsjad Rasjid yang kini menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) periode 2021-2026.

Luhut membantah

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved