Breaking News:

Kuningan Zero Kasus Covid-19, Tapi Jumlah Kasus DBD Hingga Saat Ini Ada 196 Kasus

Jumlah Kasus Covid-19 di Kuningan hingga sekarang nihil, namun kasus DBD di Kuningan tercatat ada sebanyak 196 kasus.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
hellosehat.com
Demam Berdarah Dengue (DBD) 

Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM ,KUNINGAN - Jumlah Kasus Covid-19 di Kuningan hingga sekarang nihil, namun kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kuningan tercatat ada sebanyak 196 kasus.

Demikian hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, dr Susi Lusiyanti, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr Denny Mustafa kepada wartawan di ruang kerjanya, Jum'at (05/11/2021).

Menurutnya, untuk data kasus DBD tidak ada lonjakan yang signifikan. Hanya ada 1-2 kasus di satu tempat, dan tidak terus bertambah.

Baca juga: Joddy Si Sopir Pajero Milik Vanessa Angel Diduga Ngegas Lebih dari 100 KM/Jam, Mobilnya Geber Banget

Baca juga: Imbas Temuan Pelajar Terpapar Covid-19, DPRD Kota Cirebon Minta Tes Acak Digelar Rutin

Angka kasus DBD  ini disebabkan karena pusat-pusat pelayanan kesehatan masyarakat masih terfokus pada penanganan Pandemi Covid-19. Dan masyarakat juga tidak banyak melaporkan adanya kasus DBD ini.

"Dari data penanganan kasus DBD di Kabupaten Kuningan tahun 2021, sejak Januari hingga Nopember ini, Dinkes Kuningan mencatat total sebanyak 196 kasus. Angka ini menurun drastis dari angka kasus DBD tahun 2020 yang tercatat ada 364 kasus," ujarnya.

Mengenai jumlah kematian akibat DBD pun dilaporkan terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2019 dilaporkan ada 4 kasus, tahun 2020 ada 3 kasus, dan tahun 2021 hanya ada 1 kasus kematian.

"Memasuki musim penghujan memang bisa menimbulkan beberapa jenis penyakit muncul, termasuk DBD. Penyakit DBD ini kan ditimbulkan oleh virus sama dengan influenza, juga Covid, hanya saja DBD ini ada vektornya yakni nyamuk," ujarnya.

Datangnya musim penghujan itu tentu menimbulkan banyaknya genangan air tempat berkembangbiaknya nyamuk jika masyarakat tidak memperhatikan lingkungan.

Baca juga: Sopir Vanessa Angel Hapus Instastory Ngebut Naik Mobil, Dokter Tirta Marah: Lo Harus Jujur ke Polisi

Sehingga tidak sedikit genangan air di tiap wadah itu menimbulkan jentik nyamuk dan hingga saat ini belum sepenuhnya mampu mengendalikan vektor nyamuk ini.

"Mengenai populasi nyamuk itu tergantung pada kesadaran masyarakat dalam memperhatikan higienis sanitasi lingkungan.

Paling penting dari penanggulangan DBD ini adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), bukannya fogging.

Sebab Fogging yang biasa dilakukan, sebenarnya bukanlah langkah yang bisa menanggulangi penyebaran DBD. Fogging hanyalah satu dari sekian langkah untuk memenangkan masyarakat saja agar tidak resah dari merebaknya DBD di lingkungannya," ungkapanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved