Kisah VoB
VoB Selalu Tulis Mimpi Mereka, Wacken Open Air di Jerman Salah Satunya, Akan Terwujud Tahun Depan
personel VOB memiliki kebiasaan mencatatkan mimpi-mimpi mereka dalam catatan mimpi. Mimpi demi mimpi yang mereka catat satu per satu itu kini mulai
Laporan Kontributor Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Band metal Voice of Baceprot (VOB) namanya kini kian santer di industri musik Indonesia hingga dunia.
Band yang personelnya diisi oleh tiga perempuan berjilbab itu di akhir November ini akan memulai tour Eropa.
Sepak terjang mereka bermula saat masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (Mts) Al Baqiyatussolihat Singajaya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Abah Erza Satia, seorang pengasuh VOB, mengatakan bahwa personel VOB memiliki kebiasaan mencatatkan mimpi-mimpi mereka dalam catatan mimpi.

Hal tersebut diungkapkan Abah Erza saat berbincang-bincang dengan Tribun Jabar di salah satu kediamannya di Bayongbong Garut beberapa waktu lalu.
"Anak-anak punya dreamlist untuk tampil di mana, setiap kali mimpi mereka tercapai, mimpi itu selalu diceklis," ucapnya.
Mimpi demi mimpi yang mereka catat satu per satu itu kini mulai jadi kenyataan, dari mulai bisa manggung di tingkat kecamatan hingga tampil di luar negeri.
Di akhir November ini mereka akan melakukan Tur Eropa. Mereka akan melakukan konser di empat negara yaitu Belanda, Prancis, Belgia dan Jenewa Swiss dimulai pada akhir bulan November hingga Desember 2021.
Di pertengahan tahun 2022 pun mereka memiliki jadwal untuk tampil di Wacken Open Air 2022 di Jerman.
Baca juga: PROFIL VoB, Voice of Baceprot, Band Metal Berhijab Asal Garut , Akhir November Akan Tur Eropa
Baca juga: Impian Jadi Kenyataan, Voice of Baceprot Band Metal Asal Garut Bakal Tampil di Prancis
Dalam gelaran musik metal terbesar di dunia itu mereka akan bersanding bersama band metal dunia, seperti Slipknot, Limp Biksit juga Judas Priest beserta band metal ternama lainnya dari seluruh dunia.
"Wacken, Jerman ini ada di salah satu dream list mereka," ucap Abah.
Abah Erza mengatakan anak-anaknya itu memiliki kemauan dan kemampuan untuk bermimpi dan mimpi-mimpi itu kini bisa mereka raih satu persatu rasa ketakutan.
"Sehebat apapun manusia tidak akan menjadi apapun selama dia masih memelihara ketakutan," ungkapnya.(*)