Breaking News:

Rampak Genteng Jatiwangi Majalengka Akan Tetap Digelar. Diselenggarakan Secara Terbatas

Event Rampak Genteng akan tetap dilaksanakan pada 11 November mendatang di Jatiwangi, Majalengka

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
Dokumentasi
Dokumentasi Event Rampak Genteng yang diselenggarakan di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka pada 2018 lalu. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Event Rampak Genteng akan tetap dilaksanakan pada 11 November mendatang di Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Kegiatan itu akan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Penyesuaian tersebut, di antaranya jumlah peserta yang dibatasi.

Ketua Panitia Event Tahun Tanah, Ahmad Thian Vultan mengatakan, kegiatan event tahun tanah masih akan berlanjut.

Baca juga: Tradisi Rebo Wekasan di Majalengka, Ada Warga Salat Tolak Bala, Kaum Muda Gelar Festival Kue Apem 

Baca juga: Festival Daring, Majalengka Akan Tampilkan Kesenian ke Sesama Penyandang Kabupaten Kreatif Bekraf

Yang mana selanjutnya, event Rampak Genteng akan dilaksanakan.

Kata dia, peserta hanya dibatasi yakni di angka ratusan saja.

Hal tersebut jauh lebih sedikit dibanding  Rampak Genteng sebelumnya, 2018 lalu yang mencapai kisaran angka 11 ribu orang.

"Kesepakatan bersama Kapolres kemarin adalah Rampak Genteng boleh diadakan di satu titik dengan penonton dibatasi hanya 500 orang plus undangan khusus dengan sistem registrasi digital. Dengan kuota sebanyak itu, berarti hanya 10 persen dari kapasitas. Karena luas tempat dihelatnya Rampak Genteng (Bekas PG Jatiwangi) itu sekitar 5 hektar. Nantinya disiarkan secara live streaming," ujar Ahmad kepada Tribun, Selasa (2/11/2021).

Secara teknis, jelas dia, para peserta dan tamu undangan akan masuk ke lokasi event dengan melewati pintu khusus.

Pintu masuk itu akan ada disinfektan chamber yang menggunakan disinfektan eco enzim.

"Semua panitia, peserta dan undangan dipastikan sudah divaksin," ucapnya.

Sementara Rampak Genteng sendiri merupakan event 3 tahunan yang mulai dihelat pada 2012 lalu.

Dalam setiap penyelenggaraannya, terdapat penambahan jumlah peserta yang berada dari berbagai latar belakang, dari mulai siswa, komunitas, ibu-ibu PKK hingga pegawai di berbagai dinas. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved