Breaking News:

Peniput Catut Nama Kajari Indramayu, Terang-terangan Minta Uang ke Kepala Dinas

Mereka melakukan penipuan dengan memakai nomor WhatsApp palsu disertai foto profil pejabat yang bersangkutan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
tribunnews.com
Ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Penipuan dengan mencatut nama pejabat oleh oknum tidak bertanggung jawab marak menimpa pejabat di Kabupaten Indramayu.

Mereka melakukan penipuan dengan memakai nomor WhatsApp palsu disertai foto profil pejabat yang bersangkutan.

Selain Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, Nina Agustina dan Lucky Hakim, pejabat lainnya yang diketahui jadi korban pencatutan nama adalah Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Denny Achmad dan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Indramayu, Iyus Zatnika.

Penipu itu, masing-masing memakai nomor WhatsApp 081322103669 dan 081312654678.

Baca juga: Nama Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Turut Dicatut Oknum Penipu Ponpes, Pakai Nomor WA Palsu

Baca juga: Modus Baru di Facebook, Penipuan Berkedok Tawarkan Pekerjaan, Ternyata Curi Kendaraan Korban

Oknum tersebut memakai nama Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu Denny Achmad untuk meminta uang ke sejumlah kepala dinas di Kabupaten Indramayu.

"Pelaku secara terang-terangan meminta sejumlah uang kepada kepala dinas di Pemkab Indramayu yang diteleponnya," ujar dia.

Masih disampaikan Denny Achmad, hal tersebut diketahui setelah ada salah satu kepala dinas yang menghubunginya untuk melakukan konfirmasi.

Mendengar kabar tersebut, ia mengaku terkejut. Denny Achmad menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah meminta uang kepada kepala dinas dan nomor tersebut bukan miliknya.

"Saya sampaikan kepada yang bersangkutan bahwa itu nomor palsu. Ini ulah komplotan pelaku kejahatan penipuan dengan memanfaatkan pejabat," ujar dia.

Dalam hal ini, Denny Achmad menegaskan, jajarannya patuh dan berpegang teguh pada komitmen zona integritas.

Ia bahkan sudah menerbitkan surat edaran resmi mengenai upaya menciptakan wilayah bebas KKN pada lembaga yang dipimpinnya tersebut.

"Kami tegaskan sekali lagi, bahwa saya secara pribadi dan seluruh jajaran, tetap berpegang teguh pada komitmen anti KKN. Jika ada yang melakukan praktik kotor semacam itu, laporkan saja kepada kami," ujarnya.
 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved