Breaking News:

Para Korban Penipuan Pencatut Nama Pejabat di Indramayu Bermunculan, Uang Untuk Bangun Masjid Raib

Para korban pencatutan nama yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab dengan memakai nama pejabat bermunculan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: dedy herdiana
TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Bupati Indramayu, Nina Agustina mengutuk aksi premanisme yang melatarbelakangi terjadinya insiden berdarah di lahan tebu PG Jatitujuh di perbatasan Indramayu-Majalengka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para korban pencatutan nama yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab dengan memakai nama pejabat bermunculan.

Mereka mengaku menjadi korban penipuan, sebelumnya ramai di media sosial soal nama Bupati dan Wakil Bupati Indramayu, hingga Kepala serta Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Indramayu yang dicatut namanya.

Pengumuman soal pencatutan nama pejabat tersebut juga diumumkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu.

"Sudah kami umumkan dan disebarluaskan bahwa nomor tersebut palsu. Tujuannya agar tidak ada korban yang tertipu," ujar Kabid Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Kabupaten Indramayu, Dedy Suprayogi kepada Tribuncirebon.com, Selasa (2/11/2021).

Salah satu korban adalah pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) At-Thohirul Anwar di Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Wakil Ketua DKM At-Thohirul Anwar, Kubsi mengatakan, uang yang seharusnya digunakan untuk membangun masjid raib.

"Kenapa harus ke tempat ibadah, ini keterlaluan sekali, uang di DKM itu uang jamaah," ujar dia.

Masih disampaikan Kubsi, awalnya oknum yang diketahui mengaku sebagai Wakil Bupati Indramayu Lucky Hakim tersebut menghubunginya melalui aplikasi WhatsApp untuk memberikan bantuan senilai Rp 21 juta.

Oknum itu juga menyertakan bukti transfer palsu. Hanya saja, oknum itu meminta cashback senilai Rp 6 juta dengan alasan untuk disumbangkan ke yayasan panti asuhan.

Baca juga: Nama Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Turut Dicatut Oknum Penipu Ponpes, Pakai Nomor WA Palsu

Tanpa berfikir panjang, karena senang, pihak DKM pun memenuhi keinginan oknum tersebut. Hanya saja, selang beberapa saat oknum itu kembali mengirim uang dengan modus yang sama dan meminta cashback.

Pihak DKM yang merasa curiga segera mendatangi mesin ATM, di sana mereka baru mengetahui sumbangan yang dikirim itu adalah palsu.

"Saat dihubungi lagi nomornya sudah tidak aktif," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved